Ujaran Kebencian

Tak Ajukan Penangguhan Penahanan dan Praperadilan, Edy Mulyadi Ingin Beberkan Fakta di Persidangan

Djuju menyatakan, pihaknya tidak mengajukan praperadilan, karena menyerahkan kasus itu ke persidangan.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Edy Mulyadi tak menempuh langkah hukum praperadilan, usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Edy Mulyadi tak menempuh langkah hukum praperadilan, usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, atas kasus dugaan ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) dan penyebaran berita bohong alias hoaks.

"Kami tidak mengajukan praperadilan," ujar Djuju Purwantoro, kuasa hukum Edy Mulyadi, saat dikonfirmasi, Senin (7/2/2022).

Djuju menyatakan, pihaknya tidak mengajukan praperadilan, karena menyerahkan kasus itu ke persidangan.

Baca juga: Kepada Komnas HAM, Terbit Rencana Perangin Angin Akui Ada Korban Meninggal di Kerangkeng Miliknya

Pihaknya bakal membeberkan berbagai bukti dan fakta hukum di persidangan.

"Kami lebih yakin segala bukti dan fakta hukum akan bisa dibeberkan ke majelis hakim secara faktual dan transparan."

"Apa yang diujarkan Edy Mulyadi sesungguhnya tidak mengandung unsur pidana sama sekali, seperti yang disangkakan oleh penyidik," jelas Djuju.

Baca juga: Perluas Telemedisin Hingga Denpasar, Menkes: Insyaallah di Akhir Februari Kita Bisa Atasi Pandemi

Djuju menambahkan, kliennya tidak pernah bermaksud menyinggung warga Kalimantan. Apalagi, sengaja menimbulkan permusuhan berdasarkan SARA.

"Tidak bermaksud menyinggung selalu kepada masyarakat Kalimantan atau daerah tertentu."

"Apalagi yang dapat mengakibatkan kebencian dan permusuhan yang berdasarkan SARA."

Baca juga: Komnas HAM Ungkap Korban Kerangkeng Manusia Bupat Langkat Meninggal Usai Seminggu Dikurung

"Namun lebih ditujukan untuk mengkritik secara konstruktif tentang perpindahan IKN," beber Djuju.

Tim kuasa hukum Edy Mulyadi juga batal mengajukan penangguhan penahanan.

"Sementara keputusan seperti itu, tidak mengajukan permohonan penangguhan penahanan," jelas Djuju.

Baca juga: Diprotes karena Bilang Tuhan Bukan Orang Arab, Jenderal Dudung: Kelompok Kecil tapi Nyaring Bunyinya

Namun begitu, Djuju tidak menjelaskan alasan pembatalan pengajuan penangguhan penahanan. Keputusan itu berdasarkan perundingan antara Edy dan tim kuasa hukum.

"Ya pasti dengan perundingan kuasa hukum juga dong, dan yang bersangkutan, pasti begitu prosedurnya," beber Djuju.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved