Puasa Sunah

Penjelasan Buya Yahya Soal Puasa Rajab Masih Ada yang Menganggap Bidah

Tidak banya yang tahu dan menganggap puasa Rajab harus dikerjakan berturut-turut. Padahal hukumnya lemah atau Dhaif. Begini penjelasan Buya Yahya

Facebook via SerambiNews/Istimewa
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan tentang puasa rajab 

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Rajab Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”

Utang puasa Ramadhan

Bagaimana jika ingin melaksanakan Puasa Rajab namun masih punya utang puasa Ramadhan?

Maka boleh melakukan keduanya sekaligus, namun bacaan doa yang dilafadzkan adalah niat puasa qadha (ganti) Ramdhan.

Hal ini dijelaskan Buya Yahya dalam ceramahnya berjudul "Bolehkah Puasa Sunnah Muharram Tetapi Masih Punya Hutang Puasa Wajib" di Youtube pada 7 September 2019.

Buya Yahya menjelaskan boleh melaksanakan Puasa Qadha di hari Puasa Sunnah, namun niat puasa qadha tetap dilafalkan, tanpa perlu menyebutkan niat puasa sunnah.

Dengan begitu umat Islam mendapat dua pahala sekaligus.

Pertama, karena mengganti puasa yang ditinggalkan, kedua mendapatkan pahala Puasa Sunnah.

Niat Puasa Rajab gabung utang puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa

Artinya :

"Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala".

Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

Dikutip dari TribunPontianak.co.id dengan judul artikel Puasa Rajab dari Tanggal 2 Sampai Tanggal Berapa ? Apa Saja Keutamaan Puasa Rajab? ada banyak keistimewaan yang didapat umat Islam bila berpuasa pada bulan Rajab.

Berikut beberapa di antara keutamaan puasa Rajab kami dikutip dari laman web Kemenag Kudus adalah sebagai berikut :

- Melaksanakan puasa sebulan

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan."

"Bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu neraka jahanam."

"Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga."Dan apabila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya." (HR.At-Thabrani)

- Mencatat amalnya selama 60 bulan.

Rasulullah SAW bersabda, "barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan." (Abu Hurairah)

- Apabila puasa selama 7 hari pada bulan Rajab, maka akan menutup pintu neraka baginya.

- Apabila puasa selama 8 hari pada bulan Raja, maka akan membuka 8 pintu surga untuknya.

- Apabila puasa selama 10 hari pada bulan Rajab, maka akan menghapus dosa dosanya dan diganti dengan kebaikan

- Apabila puasa sehari pada bulan Rajab maka akan mendapatkan air susu yang berasal dari sungai Rajab di surga.

Rasanya manis melebihi madu. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan dan rasanya lebih manis dari madu.

- Barang siapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut."

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Puasa Rajab, Sunnah atau Bid'ah? Berikut Penjelasan Lengkap Buya Yahya, 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved