Komunitas

Program Warna-Warni Kembali Warnai 13 Desa di Lembata yang Rusak Akibat Siklon Tropis Seroja di NTT

Program Warna-Warni Lembata memiliki fokus membangun kembali rumah warga yang rusak akibat bencana di 13 desa yang tersebar di Kepulauan Lembata, NTT.

Dokumentasi Avian Brands
Program Warna-Warni Lembata memiliki fokus membangun kembali rumah warga yang rusak akibat bencana siklon tropik seroja di 13 desa yang tersebar di Kepulauan Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (6/2/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bencana Siklon Tropis Seroja membuat banyak penduduk di Lembata hidup kesulitan karena rumah mereka rusak.

Data Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja menyebutkan, ada lebih dari 84 ribu jiwa yang tinggal di puluhan tempat pengungsian dalam waktu cukup lama, sejak awal April 2021.

Hal ini tentu meresahkan, mengingat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

Program Warna-Warni Lembata memiliki fokus membangun kembali rumah warga yang rusak akibat bencana siklon tropik seroja di 13 desa yang tersebar di Kepulauan Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (6/2/2022).
Program Warna-Warni Lembata memiliki fokus membangun kembali rumah warga yang rusak akibat bencana siklon tropik seroja di 13 desa yang tersebar di Kepulauan Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (6/2/2022). (Dokumentasi Avian Brands)

Berangkat dari permasalahan tersebut, BenihBaik memiliki inisiasi untuk dapat bergerak cepat dalam penanganan dan pemulihan wilayah pasca bencana di Nusa Tenggara.

BenihBaik berkolaborasi bersama mitra-mitra strategis di seluruh Indonesia.

Diharapkan, para pengungsi dapat kembali memiliki hunian untuk berlindung, sekaligus untuk mencegah persebaran virus Covid-19 di klaster pengungsian.

Baca juga: VIDEO Presiden Jokowi Kunjungi Pulau Adonara & Lembata, Tinjau Daerah Terdampak Siklon Tropis Seroja

Baca juga: Siklon Tropis Paddy Terpantau di Samudera Hindia Selatan Jateng, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia

Program Warna-Warni Lembata memiliki fokus untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana di 13 desa yang tersebar di Kepulauan Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Desa-desa itu adalah Desa Amakaka 1 dan 2, Desa Jontona, Wowon, Tanjung Batu, Lamawolo, dan Wailolong, Dikesare, serta Desa Waowala.

Ada juga Desa Waimatan, Leudanung, Lamawara, dan Desa Lodotodokowa.

Program Warna-Warni Lembata memiliki fokus membangun kembali rumah warga yang rusak akibat bencana siklon tropik seroja di 13 desa yang tersebar di Kepulauan Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (6/2/2022).
Program Warna-Warni Lembata memiliki fokus membangun kembali rumah warga yang rusak akibat bencana siklon tropik seroja di 13 desa yang tersebar di Kepulauan Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (6/2/2022). (Dokumentasi Avian Brands)

Sebanyak 8.750 kg cat interior dan eksterior didonasikan Avian Brands untuk membuat tampilan 1.250 rumah kembali berwarna.

Masing-masing rumah menerima 7 kg cat, terdiri 5kg cat eksterior dan 2 kg cat interior.

Avian Brands menyadari keindahan dan kebersihan usai terkena bencana alam dapat mendukung suasana hati yang tentram dan membahagiakan.

Baca juga: BMKG Prediksi Siklon Tropis Filipina Picu Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Indonesia

Baca juga: Kolaborasi Lemonilo, KoPHI dan BenihBaik Bantu Jurnalis Terdampak Pandemi, Kuncinya Gotong-royong

Selebihnya, rumah penduduk juga nyaman ditinggali dan mereka semakin betah untuk tinggal di rumah, menghindari pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

"Banyak hal yang perlu dibenahi pasca bencana. Kami membantu menghadirkan hunian yang lebih berwarna," kata Novi Christiana, Deputy Marketing Director Avian Brands, Minggu (6/2/2022).

"Siapapun ingin tinggal di hunian yang nyaman dan bersih. Kita semua tentu ingin saudara-saudara kita di Lembata juga merasakan betah untuk tinggal di rumah usai kesedihan mereka," kata Andy F Noya, CEO dan founder BenihBaik.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved