Berita Jakarta
Omicron Merebak, Pangdam Jaya Minta Warga Tak Panik: Kita Bisa Hadapi Bersama-sama
Meski secara faktual, kasus positif virus Omicron meningkat, pPangdan Jaya mengimbau masyarakat tidak panik.
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-Pangdam Jaya, Mayjen Untung Budiharto mengatakan, segala cara dilakukan oleh pihaknya untuk mengurangi atau menghadapi virus Omicron yang kini ada di Indonesia.
Meski secara faktual, kasus positif virus Omicron meningkat, namun jebolan akademi militer 1988 ini mengimbau masyarakat tidak panik.
"Ini kita bisa hadapi secara bersama-sama. Saya sebagai komandan tugas gabungan terpadu, berdasarkan petunjuk dari komandan satuan tugas yakni kepala BNPB untuk menyiapkan sarana dan prasarana itu," ujar mantan Kasdam I Bukit Barisan ini ditemui di Jakarta, Kamis (3/2/2022).
Baca juga: VIDEO Omicron Meluas, Kapolres Karawang Intruksikan Jajaran Polsek Turun ke Jalan Ingatkan Prokes
Baca juga: Pemprov DKI Usul PPKM Level 3 ke Pempus karena Khawatir Terjadi Gelombang 3 Pandemi
Sarana yang ia maksud tak lain adalah satelit Pademangan (wisma atlet pademangan), serta cadangan, Rusun Daan Mogot.
Keduanya disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien di Wisma Atlet Kemayoran.
Jika digabung, daya tampung kedua sarana tersebutpun termasuk tinggi.
"Kalau di Pademangan bisa 5000an pasien, di Rusun Daan Mogot 1000an pasien," katanya.
Baca juga: Wagub DKI Bela Anies, Bantah Usulan Penghentian PTM 100 persen Ditolak Pusat
Adapun sebelumnya, puncak kasus Omicron diramal terjadi pada akhir Februari ini.
Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada, disiplin protokol kesehatan, serta mengurangi mobilitas.
Strategi Anies hadapi omicron di ibu kota
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan sejumlah usulan yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada pemerintah pusat.
Hal ini menyusul penyebaran Covid-19 yang mulai masif, terutama varian Omicron dari Afrika Selatan.
“Ingin saya sampaikan kami sudah rapat dipimpin pak Gubernur, sebelumnya kami akan mengusulkan PTM (pembelajaran tatap muka) ditutup selama sebulan, ini baru usulan dan kami masih melihat fakta serta data hari ini,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (2/2/2022) malam.
Ariza melanjutkan, pemerintah daerah juga mengusulkan adanya pembatasan mobilitas dan kerumunan di Ibu Kota.
Baca juga: Polisi Kembali Buka Kasus Korupsi Lahan Cengkareng, Begini Penjelasan Ahok saat Menjadi Gubernur DKI
Nantinya pemerintah daerah akan mengaktifkan kembali peran satgas RT dan RW yang di bawah komando lurah di Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pangdam-jaya-mayor-jenderal-untung-budiharto.jpg)