Kamis, 21 Mei 2026

Jokowi Minta PTM Dievaluasi, Anies Tunggu Tingkat Keterisian Rumah Sakit

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya terus memonitoring penyebaran Covid-19 di Jakarta.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Miftahul Munir
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendatangi Klenteng Hian Thian Siang Tee Bio, Palmerah, Jakarta Barat pada Selasa (1/2/2022) sekira pukul 12.30 WIB. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo meminta kepada seluruh Kepala Daerah dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, untuk melakukan evaluasi atas penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Sebab, saat ini penyebaran Covid-19 varian Omicron semakin tinggi dan Juga menyerang pelajar.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya terus memonitoring penyebaran Covid-19 di Jakarta.

Salah satunya dengan melihat tingkat keterisian rumah sakit di DKI Jakarta.

Jika terus mengalami kenaikan, maka tidak menutup kemungkinan PTM dihentikan.

"Untuk kita mencegah penularan maka kita taati protokol kesehatan, nah ketika terjadi peningkatan dalam keterisian rumah sakit, maka pengendaliannya adalah dengan mengurangi mobilitas," kata dia, Selasa (1/2/2022). 

Baca juga: Antisipasi Ledakan Covid-19, Dinkes Kabupaten Bekasi Siapkan 200 Tempat Tidur di Ruang Isolasi

Baca juga: CLEO Targetkan Tambah Tiga Pabrik Baru Air Minum Dalam Kemasan Tahun Ini  

Karena pengetatan katanya baru dilakukan jika tren penyebaran Covid-19 di Jakarta mengalami kenaikan secara signifikan.

Menurut dia, jika tren naik maka bisa jadi jumlah pasien di rumah sakit juga mengalami kenaikan.

"Sehingga mengkhawatirkan dari sisi kapasitas rumah sakit, maka bisa dilakukan pengetatan, jadi selama ini cara mengambil keputusannya begitu," tutur dia.

Baca juga: LPSK Ungkap Polisi Rekomendasikan Warga yang Kecanduan Narkoba Direhab di Kerangkeng Bupati Langkat

Baca juga: Peralihan Pandemi Covid-19 di Indonesia Masih Jauh, Status Endemi Pun Bukan Berarti Bagus

Menurut Anies, hal ini pernah terjadi pada bulan Juni dan Juli 2022 lalu, di mana kasus Covid-19 naik signifikan sehingga dilakukan pengetatan.

Tapi untuk tahun ini, kata Anies, kondisi penyebaran Covid-19 masih terbilang kecil atau bisa dikendalikan pemerintah.

Namun, Anies meminta kepada seluruh warga DKI Jakarta untuk tetap tenang dengan adanya penyebaran varian baru Omicron.

Baca juga: Tak Sampai Tiga Minggu Setelah Divonis Lima Bulan Penjara, Yahya Waloni Bebas

Baca juga: Piaggio Indonesia Gelar Kompetisi Teknisi, Komitmen Mitra Diler Berikan Layanan Terbaik ke Pelanggan

Karenanya bagi ada warga yang mengalami gejala awal terpapar Covid-19, bisa segera melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Tujuannya kata dia mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas lagi di Jakarta.

"Terkait kebijakan-kebijakan lain kita akan monitoring, dan lakukan evaluasi bersama dengan Pemerintah Pusat," ujar dia.(m26)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved