Seragam Satpam
Mengenang Sosok Bapak Satpam Indonesia Awaloedin Djamin, Wafat 31 Januari 2019
Berikut ini sejarah berdirinya satpam oleh Jenderal Awaloedin Djamin yang meninggal pada 31 Januari 2019.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seragam Satpam ramai diperbincangkan, dari warna biru, kemudia berubah cokelat muda dan sekarang akan menjadi warna krem.
Tahukah sobat sejarah berdirinya Satpam?
Melansir dari Antara, latar belakang pembentukan Satpam oleh Awaloedin Djamin karena melihat situasi yang berkembang saat itu dan terbatasnya jumlah anggota kepolisian dengan jumlah penduduk.
Berkat jasanya tersebut, ia dikukuhkan sebagai Bapak Satpam dan pada 30 Desember diperingati sebagai HUT Satpam Indonesia
Sementara itu, Satpam merupakan profesi baru sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas perlu memiliki identitas sendiri yang berbeda dengan Polri selaku pembinanya.
Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Bimas) Polda Metro Jaya, Kombes Badya Wijaya.
Baca juga: Sejarah Pembentukan Satpam, hingga Perubahan Seragam dari Awal hingga 2022
Menurut dia, langkah kebijakan Awaloedin Djamin yang berani mengeluarkan keputusan itu patut diapresiasi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sebab, hal ini menjadi catatan sejarah penting hadirnya satpam hingga saat ini.
“Kalau melihat sejarah pembentukan Satpam, kita harus berterima kasih kepada Bapak Awaloedin Djamin yang telah mengeluarkan keputusan yang kemudian dipakai sebagai landasan hadirnya Satpam saat ini," kata Badya.
Awaloedin Djamin lahir pada 26 September 1927 di Padang, Sumatera Barat.
Ia meninggal pada 31 Januari 2019 setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.
Semasa hidupnya, ia juga turut memberikan motivasi dan penghargaan kepada orang-orang yang berkomitmen dalam memajukan harkat dan martabat Satpam di industri keamanan.
Dilansir dari bppndik.com, Awaloedin mulanya mengenyam pendidikan tinggi di jurusan Ilmu Ekonomi pada 1949-1950.
Baca juga: Reaksi Satpam Tangerang Soal Seragam Mirip Polisi yang Mau Diganti Lagi Jadi Warna Krem
Lalu memutuskan pengabdiannya di Korps Bhayangkara dengan mengikuti pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada 1955.
Kemudian ia melanjutkan program Graduate School of Public and International Affair di Universitas Pittsburg, Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor dari School of Public Administration, Universitas California Selatan, pada 1963.
Setelah menjabat sebagai lektor luar biasa di PTIK pada 1964, karier Awaloedin beralih ke pembantu presiden, yakni sebagai berposisi sebagai Menteri Tenaga Kerja Kabinet Ampera (1966).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jenderal-polisi-awaloedin-djamin.jpg)