Senin, 4 Mei 2026

Penting, Kenali Gejala yang Dirasakan dari Penyakit Gagal Jantung

Angka kematian karena gagal jantung di Indonesia tergolong tinggi, 17,2 persen pasien gagal jantung di Indonesia meninggal saat perawatan di RS.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Tangkapan layar - Warta Kota/Mochammad Dipa
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gagal Jantung Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Siti Elkana Nauli memberikan paparan terkait agagal jantung dalam webinar edukasi Pentingnya Mengetahui Gagal Jantung Dan Pengobatan Terkini Yang Efektif Dalam Menurunkan Angka Kematian dan Mencegah Perburukan Gagal Jantung, Sabtu (29/1/2022). 

Menurut Siti, ada dua bentuk pencegahan terhadap gagal jantung, yaitu pencegahan sekunder dimana ketika pasien sudah terkena penyakit jantung jangan sampai terkena gagal jantung dan pencegahan tersier yaitu pasien yang sudah terdiagnosis gagal jantung jangan sampai mengalami perburukan akibat dari gagal jantungnya, sehingga timbul komplikasi penyakit lainnya.

Untuk pengobatan pasien gagal jantung, saat ini di Indonesia berdasarkan pedoman tatalaksana gagal jantung yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI) tahun 2020, terdapat 3 pilar utama pengobatan gagal jantung, yaitu RAS (renin angiotensin aldosteron) blocker, Betablocker, dan MRA (mineraloreceptor antagonist) sebagai lini pertama pengobatan gagal jantung kronik selama tidak ditemukan adanya kontrindikasi.

Tujuan dari pengobatan pada pasien gagal jantung adalah untuk menurunkan angka kematian, menurunkan angka rawat inap berulang di rumah sakit, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Kita harapkan dengan meringankan gejala pasien kemudian meningkatkan akapasitas fisik dari pasien tersebut mampu menghidupkan kualitas hidup dan produktifitas pasien untuk bisa kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Siti mengungkapkan dari tatalaksana pengobatan gagal jantung tersebut, ada dua obat baru yaitu angiotensin receptor neprilysin inhibitor (ARNI) dan Sodium Glucose Co-Transporter-2 Inhibitors (SGLT2- I) yang direkomendasikan sebagai tambahan terapi pada pasien gagal jantung.

“Ini merupakan obat tambahan yang digunakan sebagai pelengkap dari tiga pilar tatalaksana pengobatan pada pasien gagal jantung. Diharapkan dengan penggunaan obat ini mampu meperbaiki kembali angka mortalitas dan juga pencegahan rawat inap yang berulang,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dari dua obat baru tersebut,  yang saat ini dipakai oleh PERKI sebagai terapi tambahan pasien gagal jantung adalah SGLT2- I.

“Ternyata dari tambahan golongan obat baru ini maka pencapaian untuk menurunkan angka kematian dan pencegahan terhadap rawat inap berulang akibat perburukan gagal jantung bisa ditekan serendah mungkin, meski tidak bisa diturunkan sebanyak 100 persen, tapi minimal pasien dalam kondisi yang lebih baik dari kondisi sebelumnya,” pungkas Siti. (dip)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved