Berita Daerah
Di Ciater, Relawan HaloPuan Bergerak Melawan Stunting
Kesadaran masyarakat tentang pemberian gizi seimbang kepada anak-anak memang perlu terus dibangkitkan
Penulis: MNur Ichsan Arief |
“Dengan dijadikan bubuk, maka nutrisi yang dikandung daun kelor menjadi terikat, dan tidak meluruh,” jelas relawan HaloPuan, Mohammad Chotim.
Baca juga: Dukung Erick Thohir Jadi Presiden 2024, Relawan Balad Deklarasikan Melalui Budaya Rengkuh Galuh
Baca juga: Viral, Sopir Transjakarta Gagalkan Upaya Bunuh Diri Perempuan di Flyover Jembatan II Jakbar
Bubuk daun kelor telah banyak dimanfaatkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pangan Dunia (FAO) untuk mengatasi malnutrisi di Afrika. Di Flores Timur, pemanfaatan daun kelor dalam bentuk bubuk atau tepung juga telah mampu menurunkan angka stunting hingga separuhnya.
Saat mengunjungi pertanian kelor milik PT Moringa Organik Indonesia (MOI) di Blora, Jawa Tengah, HaloPuan mendapatkan penjelasan dari petani kelor, Bambang Hari Purwanto, tentang manfaat daun kelor.
Kelor setara dengan 15 kali pottasium pada pisang, 10 kali vitamin A pada wortel, 25 kali zat besi pada bayam, ½ kali vitamin C pada jeruk, 17 kali kalsium pada susu, 9 kali protein pada yoghurt, 5 kali serat lebih banyak daripada sayuran lain, dan 50 kali vitamin B2 pada sarden.
Kelor juga mengandung 90 nutrisi, 46 antioksidan, 36 antiinflamasi, dan 18 asam amino (senyawa organik penyusun protein).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi menyampaikan terima kasih kepada HaloPuan yang telah menyebarluaskan informasi tentang manfaat super daun kelor untuk melawan stunting. “Untuk melawan stunting, kita memang mesti memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita,”terangnya.
Dalam Gerakan Melawan Stunting, HaloPuan selalu bekerja sama dengan kader-kader PDI Perjuangan. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, melawan stunting merupakan amanat partai kepada setiap kadernya.
“Karena itulah, kami bermitra dengan HaloPuan, terima kasih kepada HaloPuan yang terus bergerak di Jawa Barat.”imbuhnya.
Angka stunting di Jawa Barat sendiri menurut data Riset Dasar Kesehatan pada 2019 mencapai 26,21%. Padahal, Jawa Barat menargetkan zero stunting pada 2023.
“Ini (Gerakan Melawan Stunting—red) harus masif, pemerintah tak bisa sendiri (dalam melawan stunting—red).”urai Ineu.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan pembagian paket makanan tambahan kepada sekitar 160 warga peserta. Di dalamnya, terdapat 400 gram bubuk daun kelor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/halopuan-di-subang.jpg)