Berita Jakarta

Badan Kehormatan DPRD DKI Kritik Anggota Dewan Pakai Jins Robek saat Rapat

Pimpinan Banggar yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi meminta agar hal tersebut dapat dibahas di luar forum Banggar. 

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Rapat banggar yang berlangsung di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (13/1/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM GAMBIR -- Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDI Perjuangan Rasyidi, meminta anggota dewan yang kerap menghadiri rapat dengan menggunakan celana Jins, agar lebih elok dalam berpakaian.

Hal tersebut dirinya sampaikan dalam rapat banggar yang berlangsung di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (13/1/2022).

"Saya masih lihat kawan-kawan kalau berpakaian, bukan tidak boleh pakai jins, boleh, jins atasannya jas, kelihatan enak dilihat. Tapi kalau jins sudah robek dipakai kurang elok," ucap Rasyidi di ruang rapat Paripurna DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: GAJI dan Tunjangan Anggota DPRD DKI Jakarta Naik, Begini Penjelasan M Taufik

Kendati demikian, Pimpinan Banggar yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi meminta agar hal tersebut dapat dibahas di luar forum Banggar. 

"Panggil aja pak di BK," tegas Prasetio.

Meski demikian, menurutnya hal yang disampaikannya tersebut hanya berupa imbauan. Lantaran sebagai anggota dewan harus memberikan contoh yang baik. 

Baca juga: Sempat Dikecam Mantan Diplomat PBB, Zein Kribo Kembali Sindir Bangsa Arab: Arab bukan Islam

"Ini sekadar imbauan untuk menjaga marwah kita," tutupnya.

Soal kenaikan tunjangan

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut, sudah selayaknya tunjangan anggota dewan naik Rp 26,42 miliar jadi Rp 177,3 miliar pada tahun 2022.

Apalagi kenaikan tersebut telah mengacu peraturan perundang-undangan dan telah dievaluasi Kementerian Dalam Negeri.

“(Sebetulnya) bukan masalah nggak naik-naik (tunjangan) ini kami layak pak, kan yang mengevaluasi Kemendagri. Kalau nggak (benar), Mendagri coret saja,” kata Prasetyo kepada wartawan pada Minggu (9/1/2022).

Politikus PDI Perjuangan ini mengaku, duit tersebut sebetulnya juga tidak dipegang langsung oleh anggota dewan. Tapi, kata dia, dipegang oleh pihak ketiga dalam hal ini eksekutif.

“Ini kepentingannya (untuk masyarakat) kami ngga pegang itu uang ke tengah masyarakat, (tapi) ke pihak ketiga. Uangnya sekali lagi bukan buat kami loh, buat masyarakat di pihak ketiga bukan kami sekalig lagi ya,” jelas Prasetyo.

Seperti diketahui, gaji dan tunjangan DPRD DKI Jakarta pada tahun 2022 tembus Rp 177,3 miliar.

Baca juga: Menurut Ariza, Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD DKI Boleh Naik Asal Negara Mampu Bayar

Baca juga: Mantap, di saat Pandemi Virus Corona Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD DKI Naik Rp 26,42 Miliar

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved