Breaking News:

Ekonomi Digital

Meski Varian Omicron Menghantui, John Riady Yakin Ekonomi Digital Memainkan Peran Penting di 2022

Direktur Eksekutif Lippo Group, John Riady menilai bahwa kemunculan varian Omicron tidak akan separah varian Delta.

Editor: Sigit Nugroho
thinkstockphotos
Ilustrasi ekonomi digital. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lippo Group, John Riady menilai bahwa kemunculan varian Omicron tidak akan separah varian Delta. 

Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia diprediksi masih akan terus meningkat cukup pesat pada tahun ini.

Pasalnya, pelaksanaan program vaksinasi nasional terus berjalan, termasuk penyelenggaraan vaksin booster. 

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, valuasi ekonomi digital pada 2021 mencapai Rp 1.005 triliun atau 70 miliar dolar AS.

Baca juga: Sambil Gowes Santai, BRI Edukasi Manfaat Digitalisasi Transaksi bagi Pelaku Usaha di Yogyakarta

Baca juga: Indonesia Digital Tribe Ajak Talenta Muda Digital Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia

Baca juga: e-commerce Jadi Pendorong Utama Ekonomi Digital Indonesia Tahun 2021, ini Marketplace yang Merajai

Sedangkan berdasar riset Google terbaru, perekonomian digital Indonesia pada 2025 diproyeksi menyentuh 146 miliar dolar AS.

"Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara kawasan yang mempunyai ekosistem digital terbesar. Hal ini juga semakin ditopang pemulihan daya beli masyarakat," kata John Riady di Jakarta, Minggu (9/1/2022).

"Walaupun kredit perbankan melambat dan orang banyak menabung, namun transaksi digital semakin membesar,” ujar John.

Keyakinan ini yang mendorong Lippo Group memerkuat strategi dalam bersaing di sektor ekonomi digital.

BERITA VIDEO: Prakiraan Cuaca, Senin 10 Januari 2022

Tidak heran jika unit investasi Lippo pada ranah digital yakni PT Multipolar Tbk (MLPL) sangat agresif.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved