Berita Jakarta

Usai Revisi UMP DKI 2022 Jadi 5,1 Persen, Anies Ingatkan Pengusaha Jangan Bangkit Sendirian

Anies Baswedan mengingatkan pengusaha untuk tidak bangkit sendirian di tengah naiknya perekonomian yang sempat terhantam pagebluk Covid-19.

Warta Kota/Adhy Kelana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan kenaikan UMP DKI Jakarta di gedung Balai Kota, Jakarta, Jumat (1/11/2019) 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan pengusaha untuk tidak bangkit sendirian di tengah naiknya perekonomian yang sempat terhantam pagebluk Covid-19.

Para pekerja, kata Anies, juga memiliki andil untuk ikut merasakan pulihnya perekonomian dengan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar 5,1 persen atau Rp 225.667 per bulan.

“Sekarang kami minta yuk kita berangkatnya sama-sama, jangan bangkit sendiri-sendiri. Tapi bangkit sama-sama, ya pekerjanya bangkit, ya pengusahanya bangkit, dan ekonomi bergerak,” kata Anies yang dikutip dari YouTube Tilik News pada Rabu (5/1/2022).

Video: UMP DKI 2022 Sudah Ditentukan, Ini Kata Wagub Ariza

Anies mengatakan, Jakarta di bawah kepemimpinannya harus mengedepankan azas keadilan.

Kenaikan UMP 2022 sebesar 5,1 persen dinilai lebih adil dan mampu menggerakkan roda perekonomian, dibanding 0,85 persen atau Rp 38.000.

Dengan kenaikan UMP sekarang, diharapkan daya beli buruh atau masyarakat meningkat sehingga cashflow di Ibu Kota dapat terjaga.

Baca juga: UMP DKI 2022 Naik 5,1 Persen Sudah Final, Disnakertrans Sebut Tak Ada Kemungkinan Direvisi Kembali

Baca juga: Pemprov Jelaskan Alasan UMP DKI 2022 Tak Mungkin Direvisi Kembali, Pengusaha Harus Patuh

Pertimbangan Anies merevisi kenaikan UMP 2022 juga berdasarkan tingkat ekonomi 2021 dan proyeksi pertumbuhan ekonomi serta inflasi 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia.

“Kami di Jakarta ingin yang besar (pengusaha) tambah besar, tapi yang kecil (buruh) tolong tambah besar juga. Jangan yang kecil tetap kecil, dan yang besar tambah besar,” ujar Anies.

“Jadi, membesarkan yang kecil (buruh) tanpa mengecilkan yang besar (pengusaha), sehingga yang besar tambah besar tapi yang kecil juga boleh ikut besar. Begitu kira-kira,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Anies juga mengajak pengusaha untuk ikut memikul persoalan tersebut bersama-sama.

Baca juga: Kadisnakertrans Andri Yansyah Tegaskan UMP DKI 2022 Telah Final Diputuskan dan Harus Dilaksanakan

Hal ini juga selaras dengan konsep pembangunan yang diterapkan oleh Bapak Bangsa Indonesia Soekarno-Hatta dengan mengedepankan azas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Bapak-Ibu kita makan malam di sebuah gedung (Balai Kota) yang lokasinya hanya 1,1 kilometer dari gedung yang namanya Pancasila. Gedung yang disepakati dengan berdirinya Republik ini, tidak ada kalimat lain yang menjadi alasan ini didirikan yaitu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved