Selasa, 5 Mei 2026

Keunggulan PDIP Tak Bisa Dipisahkan dari Jokowi dan Ganjar Pranowo

Di sisi lain, Puan dianggap menyolidkan pemilih PDIP Perjuangan, untuk mendukung ke pasangan Ganjar-Puan.

Tayang:
Istimewa
Mochtar Mohamad 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar-Puan, H Mochtar Mohamad mengatakan, pasangan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani jika dicalonkan dalam Pilpres 2024 mendatang, adalah penerima estafet Jokowi karena diusung dari partai yang sama yakni PDI Perjuangan.

“Ini merupakan penerus konsep Bung Karno, Spirit Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat di bidang Politik, Berdikari di bidang Ekonomi dan Berprikebadian dalam budaya,” kata Mochtar di Jakarta, Rabu (29/12/21).

Menurutnya bisa jadi suara PDI Perjuangan di pemilu 2024 atas efek pemerintahan Jokowi yang dinilai berhasil dan Ganjar-Puan akan melebihi pemilu 1999 yang mencapai 34,74% yakni diperkirakan diatas 40 %.

Indikator itu, kata Mochtar, terukur di Jabar. Dimana di Kabupaten Indramayu yang di dominasi Golkar bergeser ke PDI Perjuangan hingga 48% dan Kabupaten Pangandaran 50% menurut survei Desember oleh SMRC.

“Bahkan 2 Kabupaten di Jabar, PDIP Perjuangan mendominasi yang selama ini dikuasai Golkar,” jelasnya.

Di sisi lain, Puan dianggap menyolidkan pemilih PDIP Perjuangan, ke pasangan Ganjar-Puan.

"Wilayah Sumatera bangkit gabung ke Ganjar-Puan. Mampu membuat Indonesia Berdikari," katanya.

“Cukup makan, cukup pakaian, cukup sehat, cukup sekolah, cukup papan (red-rumah) seperti diinginkan Bung Karno,” paparnya.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Penerima Program Beasiswa Sarjana Muamalat Raih Gelar Sarjana

Baca juga: Sebut Penahanan tidak Mendasar, Forum Advokat Penegak Keadilan Minta Polisi Bebaskan Richard Lee

Baca juga: Inilah Susunan Pemain Timnas Thailand Malam ini, Mano Poelking Gunakan Formasi 4-3-3

Sebelumnya, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk 'Prospek Partai Politik dan Calon Presiden: Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih Nasional' yang dirilis secara online pada Selasa, 28 Desember 2021 di Jakarta menyebutkan,
dukungan publik pada PDIP yang mengungguli partai-partai lain tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Joko Widodo dan Ganjar Pranowo.

Survei SMRC ini dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung.

Jumlah sampel awal 2420 yang dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2062 atau 85%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,2 % pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam presentasinya menunjukan bahwa, dukungan publik pada PDIP bertahan pada posisi teratas dengan 25,2 persen suara.

Angka ini membuat PDIP menjadi satu-satunya partai dengan elektabilitas yang melampaui perolehan suara pada Pemilu 2019, 19,3 persen.

Baca juga: Positif Covid-19, Istri Pasien Omicron di Apartemen Dievakuasi ke RSPI Sulianti Saroso

Baca juga: Minta Pengelola Desa Wisata Genjot Produktifitas, Sandiaga Uno: Bangun Stabilitas Pangan dari Desa

Baca juga: Kabur dari Rumah, Siswi SD dijual Pacarnya Melalui Aplikasi MiChat

Menurut Abbas, kenaikan suara PDIP yang signifikan, dari 14,03 persen pada Pemilu 2009 ketika Jokowi belum muncul dalam politik nasional menjadi 19,3 persen pada Pemilu 2019, dan cenderung bertahan bahkan menguat di posisi teratas ditunjang oleh kepuasan atas kinerja Presiden Joko Widodo dan kesukaan publik pada Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved