Lifestyle
Pemanfaatan Teknologi Digital dibidang Kesehatan, Diagnosis jadi Lebih Cepat dan Akurat
Ketika diagnosis bisa dilakukan lebih cepat dan akurat tentunya akan membuat keparahan penyakit menjadi bisa berkurang.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
Namun saat ini sudah dapat diperluas dengan menggunakan alat digital untuk beberapa pemeriksaan.
Salah satunya, pemeriksaan hematologi yang merupakan pemeriksaan dasar di laboratorium.
Dokter dari RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya ini menjelaskan, pada pemeriksaan hematologi sebelum adanya digitalisasi, ketika ada hasil yang tidak normal tetap harus divalidasi khususnya jika morfologinya yang tidak normal.
Selama ini validasi dari kelainan morfologi dilakukan dengan mikroskop analog yang mengharuskan operator untuk hadir secara fisik dan memeriksa secara manual.
Dengan adanya digital morfologi, dapat mengubah cara validasi morfologi secara manual menjadi digital.
Caranya dengan memanfaatkan kamera lensa perbesaran tertentu dan hasilnya dapat ditampilkan pada layar monitor seperti menggunakan komputer.
“Data yang sudah direkam dan ditampilkan pada layar komputer, dapat diakses dari jarak jauh. Selain itu, manajemen data digital jauh lebih mudah dan sangat reliable,” kata dr. Thyrza di kesempatan yang sama.
Ia menjelaskan, dapat membaca morfologi secara digital, alat yang digunakan di RS Pondok Indah juga dapat mengelompokan atau melakukan klasifikasi sel-sel darah berdasarkan morfologinya.
Baca juga: Tahun Depan, UI Bakal Memiliki Gedung Olahraga Seluas 7.200 Meter Persegi dan Laboratorium i-Cell
“Sejauh ini jika sel yang ditemukan normal, maka alat dapat mengklasifikasikannya dengan baik, sehingga dokter dapat fokus untuk memvalidasi sel yang tidak normal,” tuturnya.
Secara garis besar, kelainan morfologi darah dapat tertangkap oleh digital morphology.
Namun, sama halnya seperti mikroskop tradisional, alat digital ini tidak dapat menyimpulkan suatu penyakit.
Sehingga tetap perlu ekspertis dari seorang dokter spesialis patologi klinik.
Kanker Prostat
Pemanfaatan digitalisasi juga dapat dilakukan sejak pemeriksaan hingga perawatan pada kanker prostat.
Dokter Spesialis Bedah Urologi RS Pondok Indah – Pondok Indah dr.Hery Tiera Sp.U mengatakan, pemeriksaan untuk diagnosis diawali dengan wawancara riwayat penyakit (anamnesis), colok dubur, dan pemeriksana antigen spesifik prostat (PSA).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170628-rspi-bintaro_20170628_171750.jpg)