Lifestyle
Mengenal Cedera Saraf Tulang Belakang dan Akibatnya
jika yang terjadi adalah cedera sumsum tulang belakang yang komplit atau lengkap, cacat atau kelumpuhannya akan permanen
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berita tentang seorang selebritis meninggal setelah menderita spinal cord injury (cedera saraf tulang belakang) membuat banyak orang menjadi ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi jika seseorang mengalami cedera saraf jenis ini.
Konsultan Bedah Saraf Tulang Belakang RSU Bunda – Jakarta Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS(K) menjelaskan, jaringan sistem saraf membawa informasi dalam bentuk impuls listrik saraf ke dan dari seluruh tubuh dan mengatur semua aktivitas tubuh.
"Cedera tulang belakang baik langsung (kecelakaan ataupun jatuh) maupun tidak langsung (infeksi bakteri atau virus) yang dapat menyebabkan kecacatan menetap atau kematian (definisi dari Perhimpunan PERDOSSI, 2006)," ujar dr Wawan dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com, Kamis (16/12/2021).
Ia menambahkan, kasus cedera saraf tulang belakang jumlahnya tidak sebanyak cedera pada otak.
Baca juga: Penemuan Insulin 100 Tahun lalu, Tonggak Pengobatan Diabetes, Namun Jumlah Penderitanya Kian Banyak
Tidak ada data global yang persis berapa banyak orang yang memiliki cedera ini (akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh atau luka tusuk atau tembak).
Namun data nasional dan regional di dunia berkisar antar 300 – 1300 orang yang mempunyai cedera saraf tulang belakang diantara 1 juta penduduk.
Jika mengacu pada angka ini, walau data di Indonesia belum ada, diperkirakan ada sekitar 200.000 orang yang menderita cedera saraf tulang belakang di Indonesia.
Ia menjelaskan, ada dua kerusakaan akibat cedera saraf tulang belakang.
Baca juga: Jangan Biarkan Berat Badan Terus Bertambah, Obesitas Pintu Masuk untuk Diabetes
Pertama kerusakan langsung akibat benturan atau penekanan atau kerusakan primer.
Cedera pada saraf tulang belakang biasanya terjadi akibat trauma pada tulang belakang mulai dari leher / servikal sampai tulang belakang sakral.
Tulang yang retak atau patah akan menekan sumsum tulang belakang atau bahkan merobeknya.
Cedera saraf tulang belakang dapat saja terjadi tanpa patah tulang belakang yang jelas, namun sebaliknya seseorang bisa saja mengalami patah tulang belakang tanpa terjadi cedera tulang belakang.
Baca juga: Ini Penjelasan Ahli Mengapa Luka Diabetes Paling Sering Terjadi di Kaki
Namun, pada sebagian besar cedera saraf tulang belakang, sumsum tulang belakang tertekan atau robek.
Sedangkan berat ringannya kerusakan saraf tergantung pada kekuatan penekanan saraf oleh tulang belakangnya, keras ringannya energi yang menghantam, dan lamanya penekanan atau lamanya pertolongan.
sementara kedua adalah kerusakan sekunder dapat terjadi akibat terus berlangsungnya keruskaan primer karena kurang cepatnya pertolongan atau tidak tepatnya pertolongan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/edlnlaura-1612.jpg)