Minggu, 12 April 2026

Keluarga Eks Dirut Transjakarta Desak Anggota DPRD DKI Adi Kurnia Minta Maaf Terkait Tari Perut

Keluarga mendesak agar politikus Gerindra yang juga anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia meminta maaf

Istimewa
Keluarga besar mantan Direktur Utama Transjakarta Almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo buka suara terkait bentuk tindak lanjut atas ramainya pemberitaan soal jajaran direksi Transjakarta yang mengadakan rapat kerja sambil nonton belly dance. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Keluarga besar mantan Direktur Utama Transjakarta Almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo buka suara terkait bentuk tindak lanjut atas ramainya pemberitaan soal jajaran Direksi Transjakarta yang mengadakan rapat kerja sambil nonton belly dance atau tari perut.

Keluarga mendesak agar politikus Gerindra yang juga anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia meminta maaf karena dinilai melakukan fitnah.

Juru bicara keluarga almarhum, Tjahyadi mengatakan kejadian tersebut tidak seperti yang sudah diberitakan di sejumlah media massa dan tidak seperti yang disebutkan oleh satu diantara anggota Komisi B DPRD DKI.

"Peristiwa yang disebut oleh oknum anggota DPRD tersebut terjadi hampir dua tahun yang lalu. Bertempat di Turki Restoran, Kemang Jakarta Selatan," ucap juru bicara keluarga Almarhum Jhony yaitu Tjahyadi, Selasa (14/12/2021).

Menurutnya peristiwa tersebut merupakan rapat kerja direksi dengan pejabat terkait di lingkungan PT Transjakarta yang dihadiri juga oleh perwakilan pengurus serikat pekerja.

Tujuan rapat tersebut yaitu guna menginformasikan visi dan misi yang diemban oleh Almarhum Sardjono Jhony sebagai Dirut baru Transjakarta, dengan maksud saat itu dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh jajaran Transjakarta.

Baca juga: Langgar Prokes, Kantor Perusahaan Outsourcing di Jakarta Selatan Disegel 3x24 Jam

Baca juga: Irjen Fadil Imran Usir Polisi yang Tolak Laporan di Pulogadung dari Polda Metro

Baca juga: Munarman Hadir di PN Jaktim, Pengamanan Sidang Makin Diperketat

"Pemilihan tempat diluar kantor dan diluar jam kerja adalah agar rapat berlangsung dengan lebih rileks dengan maksud tidak ada kecanggungan para pejabat untuk menyampaikan masukannya," tambahnya.

Lalu, soal tarian belly dance yang disuguhkan oleh pengelola restoran, diakui sama sekali tidak ada hubungannya dengan rapat kerja Transjakarta.

"Sehingga sangat tidak layak dan patut jika hal tersebut diberitakan seolah-olah ditonton oleh peserta rapat," jelasnya.

Menurut Tjahyadi, bahkan fakta lain kehadiran penari perut atau belly dance justru tidak diketahui oleh pihak Almarhum saat melakukan reservasi restoran tersebut.

Tak hanya itu, kata Tjahyadi, penari perut tersebut memang menghibur semua pengunjung bukan seperti yang nampak di video tersebut saja.

"Si penari ini tidak masuk lebih dari setengah meter dari pintu dimana bapak-bapak ini rapat atau berdiskusi mengenai visi misi perusahaan. Terlihat juga  beliau membelakangi dan tidak terpengaruh oleh apa yang dilakukan penari tersebut. Semua fokus pada apa yang dibahas. Ini bukan sekedar makan-makan tapi ada data dan question-question yang dibahas," ucapnya.

Selanjutnya, secara tegas pihak keluarga Jhony menuntut agar Adi Kurnia dan orang yang membuat video bisa meminta maaf untuk membersihkan nama baik Almarhum Jhony.

Baca juga: Polisi Tegaskan Tidak Ada Gangster, 4 Pemuda Tawuran Ditetapkan Tersangka Oleh Polresta Tangerang

Baca juga: FAKTA BARU, Herry Tak Punya Pesantren, Korban Bukan Santriwati, Pakar Hukum: Ini Kasus Eksploitasi

Baca juga: Vanesha Prescilla Harus Bisa Nyanyi dan Menari, Perankan Elsa yang Ingin Terkenal di Film Backstage

Tjahyadi mengungkapkan, bahkan berita yang beredar tentang video sudah melukai dan berdampak langsung pada psikologi keluarga almarhum Jhony.

"Sekiranya hal tersebut (permintaan maaf) tidak dilakukan maka kami akan mengambil langkah hukum dan langkah-langkah lainnya yang kami anggap perlu," ucapnya.

Pihak keluarga menyediakan waktu 2x24 jam untuk setiap orang yang terlibat dalam penyebaran informasi terkait acara makan malam dengan latar tarian perut atau belly dance itu.

"Dalam waktu 2x24 jam saya minta secara gentelman dan khususnya buat pak Adi Kurnia tolong Anda datang langsung ke kontrakannya almarhum," pungkasnya.(m27)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved