2021, Ada 130 Ular Liar di Masuk ke Rumah Warga di Depok
Ular-ular yang ditangkap umumnya berasal dari pemukiman warga yang masih ada area persawahan, perkebunan, dan daerah pinggir kali.
WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Welman Naipospos, menyebutkan ada 130 ular yang dievakuasi dari rumah warga sejak Januari hingga November 2021.
Menurut Welman, ular-ular yang ditangkap umumnya berasal dari pemukiman warga yang masih ada area persawahan, perkebunan, dan daerah pinggir kali.
Menurutnya, adanya sejumlah ular di permukiman warga disebabkan karena habitat ular di beberapa daerah berubah menjad kawasan perumahan.
"Wilayah Sawangan, Bojongsari ya saat-saat ini sedang berkembang menjadi daerah perumahan," kata Welman saat ditemui di Kantor Damkar dan Penyelamatan Kota Depok pada Senin (13/12/2021) siang.
Welman menambahkan, kehadiran ular di rumah-rumah warga disebabkan karena binatang tersebut merasa terdesak oleh semakin minimnya lahan dan habitat aslinya.
"Sehingga dia mencari habitat yang nyaman di tempat-tempat yang lembab dan banyak sumber makannya yakni tikus. Tikus banyak di mana? Di daerah perumahan," sambung Welman.
Adapun 130 ular yang ditangkap oleh Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok tersebut tersebar di 11 kecamatan.
Baca juga: 40 Harian Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah Digelar Terpisah, Begini Reaksi Nikita Mirzani
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai Besok, IDAI Matangkan Petunjuk Teknis Skrining
Baca juga: Menpora Zainudin Amali Ungkap Progres Pencabutan Sanksi dari WADA ke Indonesia Semakin Baik
Kecamatan Sawangan menjadi yang terbanyak dengan 21 pengkapan ular. Dilanjutkan dengan Kecamatan Sukmajaya dengan 19 penangkapan.
Kemudian di posisi ketiga ada Kecamatan Bojongsari ada 17 penangkapan.
Welman pun mengimbau kepada masyakarat agar tetap berhati-hati kepada warga yang bertemu dengan ular. Apapun jenis ular yang ditemui.
"Kalau ularnya masih kecil, mungkin bisa dievakuasi secara mandiri ya. Dengan cara dihalau. Kalau sudah besar dan berbahaya bisa lapor ke 112 atau hubungi nomer pos-pos Damkar terdekat," ujar Welman.
Sementara itu, menurut Komunitas Ciliwung Depok, Muhammad Andi, munculnya ular di permukiman warga disebabkan oleh pembangunan rumah yang didirikan di atas sarang ular.
Pada kesempatan tersebut, Andi mengatakan bahwa membunuh ular hanya akan menimbulkan masalah baru, yakni terganggunya siklus rantai makanan.
Semakin banyak ular yang dibunuh, maka populasi binatang hama seperti tukis akan melonjak tinggi.
"Karena ular pemangsa tikus, dan untuk mengantisipasi tikus sebetulnya gak perlu beli racun tikus, cukup menjaga ekosistem alam, maka sudah terfilterisasi secara alami," kata Andi saat ditemui di Basecamp KCD pada Minggu (12/12/2021), siang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/petugas-damkar-sedang-evakuasi-ular-di-salah-satu-rumah-warga-di-depok.jpg)