Dampak Sanksi WADA
Menpora Zainudin Amali Ungkap Progres Pencabutan Sanksi dari WADA ke Indonesia Semakin Baik
Menpora Amali bahkan menyebut upaya dari Indonesia untuk mencabut sanksi itu lebih baik dari negara lainnya yang juga terkena sanksi
Penulis: Abdul Majid |
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali siang ini bersama dengan Ketua Tim Kerja Percepatan penyelesaian sanksi WADA, Raja Sapta Oktohari kembali memberikan informasi terbaru perihal upaya pencabutan sanksi dari WADA.
Dalam kesempatan tersebut Menpora membeberkan bahwa progres pencabutan sanksi dari WADA kini semakin baik.
“Saya dapat informasi perkembangan ke arah positif bahkan benar-benar terjadi percepatan upaya-upaya dari tim LADI dan unsur pemerintah terhadap pemenuhan complain sebagaimana yang dipersyaratkan WADA kepada LADI,” kata Menpora Amali dalam konferensi pers secara daring, Senin (13/12/2021).
Menpora Amali bahkan menyebut upaya dari Indonesia untuk mencabut sanksi itu lebih baik dari negara lainnya yang juga terkena sanksi.
Ia pun berharap agar sanksi ini bisa cepat dicabut oleh WADA sehingga Indonesia bisa mengibarkan bendera merah putih saat menjuarai ajang internasional.
“Minggu lalu tim sudah berbicara dengan WADA, kemudian dengan instansi terkait lainnya dan tadi pagi kami rapat internal saya dapat informasi bawah progres sangat bagus dan cepat,” kata Menpora.
“Bila dibandingkan dengan negara lain yang diberi sanksi kepada NADO mereka dengan sanksi yang sama, Indonesia dianggap lebih cepat. Semoga ini cepat diselesaikan,” harap Menpora.
Seperti diketahui, sanksi WADA kepada LADI dijatuhkan karena LADI tak memenuhi program anti-doping.
Sanksi dari WADA pun terlihat jelas saat Indonesia sukses menjuarai Piala Thomas Cup di Denmark, namun bendera Indonesia tak boleh dikibarkan dan digantikan dengan bendera PBSI.
Kini, LADI tengah berupaya memenuhi persyaratan dari WADA agar sanksi yang diberikan bisa segera dicabut dan bendera Indonesia bisa kembali berkibar di ajang-ajang internasional.
Kejadian tidak dikibarkannya bendera Merah Putih terulang lagi saat Lifter putra Rahmat Erwin Abdullah yang turun di kelas 73 Kg berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia di Uzbekistan, Jumat (10/12/2021) malam WIB.
Rahmat meraih emas pertama pada angkatan Clean & Jerk dengan angkatan seberat 192 kg. Perak diraih lifter Albania, Calja Briken (186Kg), dan perunggu diraih lifter Korea Selatan, Jeong Hanson (181 kg).
Emas kedua bagi Rahmat diraih dari Total Angkatan seberat 343 kg, perak diraih lifter Albania, Calja Briken (342 kg), dan perunggu diraih lifter Thailand, Jeeram Suttipong (334 kg).
Sayangnya rasa haru dan bangga atas prestasi luar biasa yang diraih Rahmat berubah drastis menjadi kesedihan lantaran prosesi pengalungan medali emas tanpa pengibaran bendera Merah Putih.
Ini lantaran Indonesia masih disanksi WADA karena ketidakbecusan LADI dalam menjalankan tugasnya. Akhirnya, semua cabang olahraga Indonesia terkena imbasnya akibat sanksi dari WADA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/zainudin-amali10.jpg)