Universitas Indonesia
Hadapi Era Disrupsi, Direktur Pusat Riset & Respon Bencana UI Sebut Kolaborasi Kunci Hadapi VUCA
Hadapi Era Disrupsi, Direktur Pusat Riset & Respon Bencana UI Sebut Kolaborasi Kunci Hadapi VUCA. Berikut paparannya
"Dalam industri pariwisata di DKI Jakarta, misalnya, semua hal yang meliputi rantai nilai industri pariwisata sudah berbasis digital, apabila ada yang belum, sudah menuju ke sana. Tak hanya sektor wisata, untuk kegiatan sehari-hari, seperti memesan makanan, ojek juga sudah berbasis digital," kata Dadang.
“Yang paling penting menurut saya adalah bagaimana customer experience analytic, rating, data analytic menjadi salah satu alat yang smart dalam rangka memberikan kebijakan pengembangan pariwisata,” tambahnya.
Ketua IKAL Lemhannas Komprov DKI Jakarta, Sylviana Murni yang juga Anggota DPD RI asal Jakarta menegaskan, kondisi VUCA sudah dijadikan sebagai asumsi dalam perencanaan. Menurutnya, organisasi dan juga individu harus mampu menjawab masing-masing akronim itu.
"Untuk menjawab volatilitas atau perubahan naik turun yang super cepat, kita dituntut untuk mampu mendeskripsikan visi masa depan secara lebih jelas (clear vision)," tegasnya.
Sedangkan kondisi ketidakpastian atau Uncertain, kata Sylviana Murni, mengharuskan kita dengan sangat cepat harus segera memahami lingkungan (situasi sekitar kita) dengan sebanyak mungkin mengolah informasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/fatma-lestari-pada-sabtu-11122021.jpg)