Universitas Indonesia
Hadapi Era Disrupsi, Direktur Pusat Riset & Respon Bencana UI Sebut Kolaborasi Kunci Hadapi VUCA
Hadapi Era Disrupsi, Direktur Pusat Riset & Respon Bencana UI Sebut Kolaborasi Kunci Hadapi VUCA. Berikut paparannya
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah berpengaruh signifikan terhadap dunia.
Kehidupan dunia saat ini, ada dalam kondisi VUCA atau Volatile, Uncertain, Complex dan Ambigue.
Suatu keadaan yang begitu labil naik turun, tidak ada kepastian, rumit dan membingungkan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pusat Riset & Respon Bencana Universitas Indonesia, Fatma Lestari dalam webinar Kolaborasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) pada Sabtu (11/12/2021).
Baca juga: Kisah Para Penjaga Kali Ciliwung: Lebih dari Sekadar Bersih-bersih Sampah
Baca juga: Baru Diluncurkan, Follower Channel YouTube Anies Baswedan Melesat, Anies: untuk Sharing Pengalaman
Dalam kegiatan yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Pusat Riset & Respon Bencana (DRRC UI), Ikatan Alumni Lemhannas Komprov DKI Jakarta dan PT Biro Klasifikasi Persero (Persero) itu fatma mengungkapkan penyebab VUCA.
"Kebingungan atau ambigue terjadi saat ini disebabkan salah satunya karena dugaan model linier sebab-akibat tidak lagi relevan, tidak lagi mudah membuat strategic planning jangka panjang atau bahkan jangka pendek sekalipun," ujar Fatma Lestari, Sabtu (11/12/2021).
"Dalam menjawab keadaan rumit ini kolaborasi dan komunikasi dalam sebuah organisasi atau lembaga menjadi sangat penting," ujar Fatma Lestari, Sabtu (11/12/2021).
Webinar ini merupakan kelanjutan dari webinar sebelumnya dengan tema “Digital Transformation in Government: Now or Never”.
Dalam webinar itu, salah satu topik yang dibahas yakni praktik terbaik dari Kepemimpinan Era Disrupsi di Desa adalah pelaksanaan e-voting dan quick real count berbasis android pada sejumlah Kabupaten/Kota di Indonesia.
Baca juga: Modus Bripka IS Tiduri Istri Tahanan Cantik hingga Hamil, Ancam Pindahkan Suami ke Nusakambangan
Baca juga: Ragam Inovasi Menarik di Dancow Kreasi Anak Indonesia (DKAI) 2021, ini Pemenangnya
Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Rachma Fitriati memberikan contoh e-Voting pada era Disrupsi sebagai contoh pergeseran Kepemimpinan Era Digital ke Kepemimpinan Era Disrupsi di Pilkades Aman Covid-19.
"Pesta demokrasi di desa yang selama ini identik dengan keramaian dan pelibatan penuh masyarakat desa untuk memilih Kepala Desa setiap 6 (enam) tahun sekali, tiba-tiba harus mengalami penundaan," kata Rachma Fitriati.
Seharusnya, lanjut Rachma, Pilkades Serentak dilakukan di 14.705 desa pada 236 kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2021.
Namun karena pandemic Covid-19 yang melanda dunia, maka baru 165 Kabupaten/Kota di 11.125 Desa yang melaksanakan.
"Pada kurun waktu 2 bulan sejak 9 Agustus 2021, sebanyak 61 Kabupaten/Kota, 3.541 Desa menunda pelaksanaan Pilkades.Sebanyak 28 Kabupaten/Kota di 1.456 Desa belum melaksanakan, serta 42 Kabupaten/Kota menunda pelaksanaan Pilkades Serentak pada tahun 2022," jelasnya.
Pada sektor lainnya, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Dadang Solihin mencontohkan era disrupsi terjadi di sektor pariwisata. Menurutnya, era disrupsi juga dapat terjawab melalui fenomena VUCA dan BANI.
Baca juga: Potret Anies Sarapan Bubur di Pinggir Jalan bersama Keluarga, Small but Giant
Baca juga: Kiki Eks CJR Pacari Perempuan Cantik Teman Sekantor Bernama Azhari Sejak Setahun Lalu, Siap Menikah?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/fatma-lestari-pada-sabtu-11122021.jpg)