Sabtu, 9 Mei 2026

Warta Depok

Kisah Para Penjaga Kali Ciliwung: Lebih dari Sekadar Bersih-bersih Sampah

Biasanya, sebagian sampah yang diperoleh dari giat Bebenah Ciliwung dimanfaatkan untuk menghasilkan Ecobrick.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Ketua Komunitas Ciliwung Depok, Muhammad Andi saat ditemui di Basecamp KCD pada Minggu (12/12/2021), siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Bergumul dengan sampah menjadi salah satu aktivitas yang tak mungkin dipisahkan dari Komunitas Ciliwung Depok (KCD).

Komunitas yang mendirikan basecamp di bawah jembatan Jalan Bulevard Grand Depok City ini kerap kali mengais sampah-sampah rumah tangga yang mengambang di aliran Kali Ciliwung.

"Dalam jarak satu kilometer dari basecamp, kami bisa mulung 2 ton sampah. Kebanyakan sampah rumah tangga seperti popok, pampers, bungkus Indomie dan deterjen. Karena sebagian besar sampah di Kali Ciliwung ini sampah rumah tangga," kata Ketua Komunitas Ciliwung Depok, Muhammad Andi saat ditemui di Basecamp KCD pada Minggu (12/12/2021), siang.

Andi menambahkan, giat susur sungai kerap kali dilakukan tiap 2 kali seminggu.

Baca juga: Ekowisata dan Eduwisata Sungai Ciliwung Diluncurkan

Baca juga: Baru Diluncurkan, Follower Channel YouTube Anies Baswedan Melesat, Anies: untuk Sharing Pengalaman

Namun, lanjut Andi, intensitas mulung sampah di Kali Ciliwung lebih sering dilakukan saat musim kemarau.

Adapun giat bersih-bersih kali itu disebut dengan Bebenah Ciliwung.

Susana markas KCD pada Minggu (12/12/2021), siang
Susana markas KCD pada Minggu (12/12/2021), siang (Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu)

"Misalnya sekarang kita bersihin, trus malamnya banjir, jadi percuma. Makanya yang efisien itu di musim kemarau dari bulan April ke September," sambung Andi.

Biasanya, sebagian sampah yang diperoleh dari giat Bebenah Ciliwung dimanfaatkan untuk menghasilkan Ecobrick.

Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan limbah plastik untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.

"Kalau di luar negeri sudah jadi bahan bangunan rumah, dia pengganti batu bata yang direkatkan dengan semen. Kalau di sini biasanya digunakan untuk pembuatan meja dan kursi," jelas Andi.

Saat mengunjungi markas KCD, terlihat sejumlah meja dan kursi yang terbuat dari susunan ecobrick. Kursi itu dibuat dari limbah krat botol yang tak terpakai.

Lubang-lubang krat itu diisi oleh ecobrick yang kemudian ditutup oleh triplek tipis. Di sana, ada sekira 3 buah kursi yang dibuat dari pengolahan ecobrick.

Pembuatan ecobrick sebetulnya cukup mudah, hanya berbekal botol plastik, sampah plastik yang sudah dibersihkan, dan satu buah tongkat kayu yang digunakan untuk memasukkan sampah plastik ke dalam botol.

"Jadi konsepnya itu memadatkan sampah plastik yang nanti akan jadi satu kesatuan dan jadi bahan yang keras. Biasanya bisa kita jadiin bangku dari sampah plastik bekas sampo dan makanan ringan," papar Andi.

Seluruh sampah yang berhasil didapatkan dari giat Bebenah Ciliwung memang tidak semua bisa digunakan sebagai bahan ecobrick. Sering kali, sampah-sampah tersebut selanjutnya dioper ke Dinas Kebersihan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved