Pendidikan
Ini Alasan Perusahaan Startup bisa Memiliki Kinerja yang Lebih Baik dari Perusahaan Konvensional
Ada hubungan erat antara kemajuan sains dan perubahan signifikan terhadap lanskap pertumbuhan dunia bisnis di masa depan.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ada hubungan erat antara kemajuan sains dan perubahan signifikan terhadap lanskap pertumbuhan dunia bisnis di masa depan.
Hal tersebut semakin memperkuat fakta bahwa perkembangan dunia bisnis akan tumbuh beriringan dengan kemajuan di bidang sains.
Berdasarkan data dari World Economic Forum Report menyebutkan bahwa, terdapat 14 industri yang akan mendominasi di masa depan.
Berbagai sektor industri tersebut beririsan lekat dengan pengaplikasian sains dan penggunaan teknologi, seperti Internet of Things, Artificial Intelligence, Virtual Reality, Robotic, Renewable Energy, Cyber Security, Blockchain Technology, dan Genomic.
Baca juga: Universitas Prasetiya Mulya dianggap Mampu Ciptakan Ekosistem yang Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro selaku Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menjelaskan, dunia sedang mengalami perubahan dimana perkembangan teknologi tidak lagi mengikuti pertumbuhan linear namun pertumbuhan eksponensial.
Ia mengatakan, perubahan ini memungkinkan invensi teknologi yang transformatif menjadi lebih cepat dibandingkan proses inovasi yang sudah ada.
Sehingga menimbulkan tantangan drastis bagi bisnis, pemerintah dan masyarakat.
"Oleh karena itu, penting untuk memiliki literasi sains yang positif guna bersiap menjawab tantangan yang muncul dan mengambil manfaat dari pertumbuhan tersebut,” jelas Prof. Satryo saat Wisuda 2021 bertema “Pemupukan Persepsi Sains yang Positif dan Pemajuan Bisnis Berbasis STEM di Indonesia” yang diselenggarakan secara hibrida belum lama ini.
Baca juga: Kabar Baik, Para Mahasiswa UI diberi kebebasan Ambil 60 SKS di Luar Program Studi
Prof. Satryo juga mengatakan perusahaan startups yang muncul seiring perkembangan eksponensial memiliki kinerja yang lebih baik dari perusahaan konvensional.
Hal ini dikarenakan para perusahaan startup memaksimalkan digitalisasi dan artificial intelligence.
“Fenomena ini disebut dengan celah eksponensial di mana perusahaan startup memanfaatkan sains untuk mengumpulkan data melalui teknologi guna menghasilkan solusi bisnis yang dibutuhkan oleh pasar dan menciptakan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Dalam wisuda tahun ini, Universitas Prasetiya Mulya melepas 1.022 lulusan terbaiknya, yang terdiri dari 736 lulusan tingkat Sarjana dan 286 lulusan tingkat Magister Manajemen.
Baca juga: Tatap Industri 4.0, UI Terapkan Evaluasi Kurikulum yang Adaptif
Tak hanya itu, momentum wisuda juga dilengkapi dengan para wisudawan Universitas Prasetiya Mulya sebagai lulusan perdana School of Business and Economics dari program S1 Hospitality Business dan S1 Business Economics, maupun dari School of Applied STEM dengan program S1 Business Mathematics, S1 Computer Systems Engineering, S1 Digital Business Technology, S1 Food Business Technology, S1 Renewable Energy Engineering. “
Meskipun tahun ini merupakan wisuda untuk lulusan perdana, School of Applied STEM Universitas Prasetiya Mulya telah berhasil membuktikan kualitasnya, dengan membawa 100 persen lulusan untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Selain itu, 75 persen diantaranya telah berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai bidang studi, hanya dalam waktu dua bulan setelah kelulusan,” ungkap Prof. Yudi Samyudia, Ph. D selaku Dekan School of Applied STEM.
Lisabel, S.Par. selaku perwakilan wisudawan dari School of Business and Economics dan penerima penghargaan sebagai lulusan Best of The Best mengungkapkan harapannya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu yang diperoleh selama mengenyam pendidikan di Universitas Mulya.
Sepanjang tahun 2021, Universitas Prasetiya Mulya mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai 3 (tiga) Besar Perguruan Tinggi Penerima/Pemenang Kompetisi Kewirausahaan Terbanyak.
Penghargaan ini diberikan atas komitmen Universitas Prasetiya Mulya dalam menciptakan lulusan perguruan tinggi dengan semangat kewirausahaan.
Baca juga: DKI Tunggu Payung Hukum PPKM Terbaru dari Pusat
Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak selaku Rektor Universitas Prasetiya Mulya dalam pidato penutupannya menyampaikan bahwa sukses hanya bisa dicapai dengan mengandalkan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu Universitas Prasetiya Mulya secara khusus mengutus para lulusannya untuk menjadi duta perubahan menuju gaya hidup baru, yaitu gaya hidup netral carbon, dengan selalu mengedepankan kreativitas, inovasi, dan kerjasama. “
"Saya sangat mengharapkan, bekal pendidikan di Prasetiya Mulya akan menguatkan naluri kemanusiaan dari para lulusannya, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi kemajuan manusia,” jelas Prof. Djisman.
Baca juga: Bisnis Kecantikan Semakin Seksi, PT Interbat Merambah ke Aesthetic Setelah 73 Tahun Berkarya
Sofyan Wanandi selaku Pembina Yayasan Prasetiya Mulya mengatakan Universitas Prasetiya Mulya bersyukur atas sumbangsih yang telah dibuat oleh para lulusan bagi kemajuan dunia usaha dan bangsa Indonesia.
"Tidak ada jalan pintas untuk memecahkan masalah-masalah fundamental melainkan diperlukan kerja sama marathon yang sangat panjang, luas dan multi perspektif untuk pencarian solusi mendasar bagi masalah-masalah yang mendasar ini,” ungkap Sofyan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/wisuda-universitas-prasetiya-mulya-2021.jpg)