Jumat, 5 Juni 2026

Berita Daerah

Relawan Wahdah Islamiyah Bergabung Dengan Tim Satgas Nasional Erupsi Gunung Semeru

Posko ini diadakan sebagai pusat operasi dan layanan secara nasional di mana relawan Wahdah Islamiyah tergabung di dalamnya.

Tayang:
Penulis: MNur Ichsan Arief |
dok wiz
Relawan Wahdah Islamiyah Bergabung Dengan Tim Satgas Nasional Erupsi Gunung Semeru 

WARTAKOTALIVE.COM, LUMAJANG - Posko kordinasi bersama bencana alam erupsi Gunung Semeru didirikan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sementara itu tim relawan Wahdah Islamiyah turut ambil bagian dalam menangani bencana ini.

“Wahdah Islamiyah sudah mendaftarkan diri sebagai bagian dari satuan tugas ini,” kata Ridwan Umar, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Pemprov DKI Dirikan Posko di Candipuro Untuk Mempermudah Penyaluran Bantuan Korban Semeru

Baca juga: Dapur Umum Baznas Salurkan 1.000 Porsi Makanan Bagi Warga Terdampak Erupsi Semeru

Posko ini diadakan sebagai pusat operasi dan layanan secara nasional di mana relawan Wahdah Islamiyah tergabung di dalamnya.

Dari keterangan Ridwan Umar, tim assesment Wahdah Islamiyah, hingga hari keempat sudah tercatat 34 orang yang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara 16 orang dikabarkan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Rencananya, tim akan bergerak ke beberapa desa yang tertimbun kawah panas, sekitar tiga kilometer dari pusat komando di Desa Sumberwuluh.

Baca juga: Kunjungi Pengungsi, Jokowi Janjikan Relokasi Ribuan Rumah Warga yang Terdampak Erupsi Semeru

Baca juga: Erupsi Semeru, Binda Jatim Bangun Posko dan Salurkan Paket Sembako di Lumajang

Presiden Jokowi Kunjungi Lokasi Bencana Semeru

Sejumlah warga terdampak erupsi Gunung Semeru bercerita kepada Presiden Joko Widodo saat Presiden meninjau langsung posko pengungsian yang terletak di Lapangan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (7/12/2021).

Para warga tersebut bercerita kejadian erupsi dan bagaimana kondisi mereka saat ini.

"Enggak sampai satu menit itu Pak, langsung gelap. Sebelumnya ada pemberitahuan memang, 25 getarannya katanya dari pusat pemantauan," ujar seorang warga kepada Presiden dalam video yang disiarkan Sekretariat Presiden.

Simak Video Berikut :

Seorang warga dari Dusun Kamar Kajang bercerita bahwa sebelum kejadian mereka telah mendapatkan peringatan dari pos pemantauan melalui telepon genggam mereka.

Mereka tidak menyangka jika erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021 ternyata lebih besar dari yang mereka perkirakan.

"Ada pemberitahuan, di HP sudah ada. Cuma dikira kecil Pak, dikira banjir kecil. 25 getarannya kecil biasanya. Nanti ada susulan yang lebih besar biasanya. Kalau pos pantau selalu siaga," ungkapnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved