Sumur Resapan
Pimpinan DPRD DKI Kerap Dapat Laporan Masyarakat Celaka Akibat Sumur Resapan
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi memperingatkan Pemprov DKI memperhatikan faktor keselamtan saat membuat sumur resapan
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi mengaku dirinya sering mendapat laporan dampak negative dari pembuatan sumur resapan.
Suhaimin pun mengimbau Pemprov DKI untuk lebih perhatian dan tidak setengah-setengah dalam membuat sumur resapan.
Menurut Suhaimi, pembuatan sumur resapan itu terkesan kurang memperhatikan factor keselamatan.
Alhasil, banyak pengendara motor dan pejalan kaki yang tercebur di sumur resapan.
“Jangan sampai program yang baik ini justru malah membuat kesan negatif bagi kinerja Gubernur Anies,” ujarnya, Jumat (3/12/2021).
“Padahal, sumur resapan itu berfungsi mengatasi genangan dan banjir di Ibu Kota,” kata Suhaimi.
Menurutnya, sumur resapan ini sudah bagus karena mampu meredam potensi genangan di jalan raya maupun jalan lingkungan.
Seperti halnya Jalan D.I Panjaitan, Jakarta Timur yang pernah tergenang karena hujan deras, kini tidak terulang.
“Kami minta jangan sampai pengerjaannya malah bikin masalah baru yang berdampak kepada warga sekitar,” imbuhnya.
Meski begitu, Suhaimi mengapresiasi upaya Pemerintah DKI Jakata dalam melakukan pencegahan banjir.
Baca juga: Survei Bank Indonesia, Minyak Goreng dan Cabai Rawit Picu Inlasi Tahun 2021 Sebesar 1,55 Persen
Dari informasi yang dia dapat, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyiapkan alat berat untuk penanganan banjir, rinciannya 496 pompa statis, 329 pompa mobile, dan 67 pompa underpass untuk digunakan dalam penanganan banjir.
“Bahkan dari BPBD Jakarta dan SKPD lainnya turut membantu penyiapan tenda pengungsi dan perahu karet yang disebar di sejumlah titik di Jakarta, ini bentuk kolaborasi yang baik, agar genangan air cepat segera surut,” ucap Suhaimi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengungkapkan sumur resapan tidak dibangun untuk jangka pendek.
Sehingga, efek yang ditimbulkan tidak dalam waktu dekat.
Baca juga: Veronica Maulana tak Bisa Pebaiki Puskesmas Wanakerta Karawang yang Nyaris Roboh, Ini Alasannya
"Peraturan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) salah satunya menyebutkan sumur resapan itu (efektivitasnya) untuk jangka panjang, kan semuanya ada pompa, polder dan segala macam, normalisasi, naturalisasi, itu disebutkan semua, termasuk sumur resapan juga," ungkap Dudi.
"Jadi tergantung dari sudut apa memandang dan fungsinya buat apa, karena masing-masing memiliki fungsinya," jelasnya.
Menurut Dudi, untuk menangani banjir di Jakarta, Pemprov tidak hanya membuat sumur resapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pekerja-sedang-membuat-sumur-resapan-atau-drainase-vertikal.jpg)