Reuni 212

Ade: Padamnya Mimpi Rizieq, 212 dan Refly Harun, Kalian Tidak di Jalan Yang Benar

"Video ini hanya untuk mereka yang punya logika. Bagi yang tak punya logika, skip aja," begitu awalan narasi video tersebut.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ade Armando (baju batik) di Polda Metro, Rabu (20/11/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Rencana Reuni PA 212 yang akan digelar, Kamis (2/12/2021) hari ini tampaknya banyak menemui berbagai kendala dan terancam tak menarik banyak warga untuk datang.

Selain ditolak polisi, meski nama aksinya sudah dirubah menjadi Aksi Superdamai, kegiatan ini tampaknya tak lagi menarik minat orang banyak.

Dinamika rencana penyelenggaraan acara ini, menarik disimak. Paparan Akademisi Ade Armando yang juga pegiat media sosial terkait rencana giat ini, sangat menarik dicermati. 

Ade memaparkannya dalam video yang ditayangkan kanal YouTube @CokroTV, dan diupload, Rabu (1/12/2021) malam sekira pukul 22.00.

"Video ini hanya untuk mereka yang punya logika. Bagi yang tidak punya logika, skip aja," begitu awalan narasi video tersebut.

"Wahai pendukung Rizieq dan 212, sudahlah, kami tentu hormati hak kalian untuk melanjutkan perjuangan kalian menjadikan Indonesia negara terbelakang. Kami menjadi saksi kalian sudah bekerja mati-matian. Tapi sebagai Muslim kita harus percaya bahwa Allah akan melindungi dan membuka kemudahan bagi mereka yang berada di jalan yang benar, kalian tidak berada di jalan yang benar," kata Ade memulai paparannya.

"Karena itu Allah tidak akan meridhoi, apa yang kalian lakukan. Kami iba kalau kalian masih terus berusaha memperjuangkan Reuni 212. Kalian sudah melakukan segala hal tetapi tidak juga bisa terwujud," kata Ade.

Menurut Ade, segala upaya untuk menjadikan acara itu berjalan luar biasa, sudah hampir pasti gagal.

Baca juga: Kades Lambangsari Minta Warganya Dukung Proyek Tol Becakayu

Baca juga: Dijuluki Paparazzi, Kelompok Penguntit Berujung Penembakan di Exit Tol Bintaro, Tujuan Memeras

Baca juga: Ini Cara Memilih Peralatan Rumah Tangga Agar Tidak Kecewa, Menurut Tommy Yapius

"Kalian semula dengan gagah menyatakan akan ada Reuni Akbar 212 di Monas, bahkan beredar seruan Rizieq Shihab agar umat membanjiri acara Reuni alumni 212. Dalam seruan yang beredar luas itu terpampang foto Rizieq dan momen Reuni Akbar di kawasan Monas," katanya.

"Kalian menyerukan agar umat Islam membuat baliho, spanduk, pamflet, hingga stiker undangan Reuni Alumni 212 sebanyak-banyaknya untuk dipasang dan disebarluaskan, atas nama masjid, madrasah, pesantren, majelis, lembaga perusahaan, komunitas, dengan lambang dan logo masing-masing, tulis kalian dalam seruan itu," kata Ade.

Kemudian kata Ade, panitia juga mengabarkan Rizieq akan memberi tausiyah di acara itu melalui video conference.

"Ternyata rencana kalian bubar gara-gara ditolak polisi. Kemudian kalian pindah ke Masjid Az-Zikra di Bogor, kalian katakan acara akan diadakan dengan menerapkan protokol kesehatan sekaligus doa bersama untuk almarhum Ameer Az-Zikra, putra Kyai Haji Arifin Ilham yang akan disiarkan secara virtual dan livestreaming. Ternyata juga ditolak," kata Ade.

Ade Armando menceritakan tentang Doxing yang dialami di akun Channel CokroTV
Ade Armando menceritakan tentang Doxing yang dialami di akun Channel CokroTV (Channel YouTube @CokroTV)

"Sekarang kalian balik ke Jakarta dengan nama aksi super damai, malah dicuekin. Dengan iba saya membaca surat kalian tentang kedatangan kalian ke Intelkam Polda Metro Jaya hari Senin lalu." tambahnya.

"Kalian datang untuk menyampaikan pemberitahuan kalian akan melakukan aksi super damai di bundaran patung kuda pada 2 Desember. Pihak yang menerima surat itu memfotonya dan kemudian mengembalikannya, dengan pernyataan bahwa pihak kepolisian tidak dapat menerima surat pemberitahuan tersebut," kata Ade.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved