Wagub Ariza Dalami Dugaan Keterlibatan Staf DPRD dalam Kasus Penembakan di Bintaro
Seperti diketahui, dua pria berinisial PP (42) dan MA (60) ditembak oleh anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI bakal mendalami dugaan keterlibatan staf pemerintah daerahnya, dalam penembakan di Jalan Pondok Pinang, Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11/2021) malam.
Seperti diketahui, dua pria berinisial PP (42) dan MA (60) ditembak oleh anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya usai membuntuti diduga staf DPRD DKI berinisial O dari kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
"Saya baru dengar kabarnya dari media nanti kami akan cek segera," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Selasa (30/11/2021) malam.
Baca juga: KSAD Pastikan Turun Tangan Jika Reuni 212 Timbulkan Kekacauan, Jenderal Dudung: Kenapa Takut?
Baca juga: Andira Temukan Nada dan Lirik Lagu Jatuh yang Sejatuhnya di Ruang IGD, Rekaman Setelah Jadi Dokter
Ariza lalu meminta pegawai pemerintahan daerah dalam hal ini Pemprov DKI maupun DPRD DKI untuk berhati-hati saat berkendara. Dia mengimbau kepada semua pihak untuk mengendalikan emosi, sehingga tidak ada aksi intimidasi kepada pihak lain.
"Pihak kepolisian yang bertugas tentu akan mengambil langkah-langkah kepada siapa saja yang mengancam orang lain, yang mengambil tindakan-tindakan yang tidak baik, polisi akan dengan sikap tindak lanjuti seperti kejadian di Bintaro," kata Ariza.
Menurutnya, pemerintah daerah tentu menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada polisi. Dia menilai, anggota polisi tentu memiliki pertimbangan dalam melakukan tugasnya, apalagi tembakan itu mengakibatkan salah satu pria berinisial PP meninggal dunia.
Baca juga: Ini Rahasia Kecantikan Pebulu Tangkis Ganda Putri Jepang Chiharu Shida
Baca juga: Seksi dan Elegan, Anggun C Sasmi Pamer Kenakan Swimsuit Bikini dan Pemotretan di Negara Afrika
Baca juga: Pembaretan Menwa, Mahasiswi UPN Veteran Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Wagub DKI
"Kepolisian tahu langkah-langkah apa yang harus diambil. Dia tahu kalau pun harus mengeluarkan tembakan diarahkan ke mana, kepada siapa dan bagaimana alasannya apa. Jadi, sudah ada SOP dan, itu sepenuhnya menjadi kewenangan pihak berwajib atau kepolisian," jelas mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini
Sebelumnya, penyebab penembakan dua pria di Jalan Tol Pondok Pinang, Bintaro, Jakarta Selatan diduga karena menguntit salah satu staf khusus DPRD DKI Jakarta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua korban inisial PP dan MA membuntuti staf khusus inisial O sedari Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (26/11/2021). Namun demikian, Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat masih enggan mengungkap hal tersebut.
Baca juga: Cara Download Sertifikat Vaksin via WhatsApp: Belum Vaksin, Beli Tiket Angkutan Umum Tak Dilayani
Baca juga: Raffi Ahmad Beri Nama Anak Keduanya dengan Rayyanza Malik Ahmad, Mengapa Mirip Rafathar Malik Ahmad?
Baca juga: Cara Download Sertifikat Vaksin via WhatsApp: Belum Vaksin, Beli Tiket Angkutan Umum Tak Dilayani
Tubagus hanya menyebut, saksi O bekerja swasta. Saat ini kata Tubagus, O masih membuat laporan kepolisian atas penguntitan yang dilakukan dua korban.
"Atas kejadian tersebut baru buat laporan tertulis yang saat ini ditangani Krimum. Siapa orang itu, O pekerjaan swasta," jelas Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021). (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/wakil-gubernur-dki-jakarta-ahmad-riza-patria-7858446.jpg)