Rabu, 27 Mei 2026

Pendidikan

Selama Pandemi, Berbagai Lembaga Paud Hadapi Banyak Tantangan untuk Bertahan

Anak usia dini membutuhkan lingkungan sosial untuk membentuk karakter dan tumbuh kembangnya optimal

Tayang:
Editor: LilisSetyaningsih
istimewa
Selama pandemi, berbagai lembaga Paud menghadapi banyak tantangan untuk bertahan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anak usia dini membutuhkan lingkungan sosial untuk membentuk karakter dan tumbuh kembang optimal

Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) mengambil peranan penting dalam mencapai kebutuhan tersebut. 

Sayangnya selama pandemi, berbagai lembaga Paud menghadapi banyak tantangan untuk bertahan. 

Menurut Dirjen Paud Dikdasmen Kemdikbud, jumlah peserta PAUD pada tahun ajaran 2020/2021 turun sekitar 600 ribu anak. 

Baca juga: Belanja sekaligus Belajar Membatik, di Rumah Batik Gobang Betawi, Kembangan Jakarta Barat

Baca juga: Jangan Terlambat, Tanda Gangguan Bicara dan Bahasa  Sudah Bisa Dikenali Sejak Bayi Usia 6 Bulan

Padahal sebelum pandemi pun angka partisipasi kasar (APK) Paud Nasional hanya mencapai 41,18.

Dari 19.118.894 anak usia 3-6 tahun yang masuk sekolah PAUD cuma 7.873.572 anak (data BPS tahun 2020).

Artinya belum sampai 50 persen anak usia dini yang berkesempatan sekolah di TK/SPS/RA/KB.

Guru merupakan dasar yang menentukan kualitas pendidikan. 

Baca juga: Waspadai jika Bayi Usia 0-6 Bulan Tidak Menoleh jika dipanggil Namanya dari Belakang

Guru yang hebat akan memberi dampak besar dalam kehidupan siswanya.

Tidak hanya dalam prestasi akademik, namun juga dalam hal sosial yakni pengembangan potensi dan karakter hingga ketenagakerjaan yang akan berlangsung dalam jangka panjang. 

Saat ini, berbagai keterbatasan dialami oleh seluruh lapisan masyarakat di tengah pandemi, salah satunya adalah aktivitas belajar dan mengajar di sekolah. 

Sales Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Widianto Juwono mengatakan, setiap anak Indonesia bisa menjadi generasi penerus untuk kemajuan bangsa.

Baca juga: Universitas Prasetiya Mulya dianggap Mampu Ciptakan Ekosistem yang Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

Sehingga seharusnya tidak ada anak Indonesia yang tertinggal akan akses nutrisi dan pendidikan sebagai fondasi mereka untuk mencapai kemajuan. 

“Hal ini tentunya bisa diwujudkan jika anak mendapatkan pembelajaran dan stimulasi yang baik untuk meningkatkan tumbuh kembang sesuai usianya," kata Juwono, Minggu (28/11/2021).

"Upaya tersebut bukan hanya ada di tangan para orangtua, namun juga merupakan hasil perjuangan para guru dalam mendidik anak-anak di sekolah,” terangnya.

Program donasi “SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart” ini berasal dari kontribusi otomatis konsumen dalam setiap pembelian produk SGM Eksplor 1Plus, 3Plus, dan 5Plus periode 25 Agustus hingga 30 September 2021 di jaringan gerai Alfamart ataupun melalui aplikasi Alfacart dan Alfagift. 

Baca juga: Anak-anak, Ibu hamil dan menyusui, Kelompok yang Paling Mudah Mengalami Kekurangan Mikronutrien

Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk dukungan akses nutrisi dan pendidikan. 

Untuk dukungan akses nutrisi disalurkan kepada 500 anak usia di atas 1 tahun dari 10 PAUD yang membutuhkan. 

Sedangkan, dukungan akses pendidikan berupa laptop dan renovasi sekolah, diberikan kepada guru PAUD dan Sekolah Dasar inspiratif di mulai dari Kota Medan, Jambi, Tangerang, Bogor, Klaten, Semarang, Pontianak, Manado, Makassar hingga Sorong.

“Seperti apresiasi yang kami berikan kepada salah seorang guru TK dari Pulau Lae-lae, Makassar, yaitu Ibu Sarifah. Kisah Ibu Sarifah menurut kami sangat inspiratif, karena tidak lelah untuk menjadi pelita bagi anak-anak negeri," kata Juwono.

Baca juga: Organic Parenting Makin Diminati Orangtua Milenial

Sarifah pantang lelah mengajar, meskipun banyak rintangan, harus naik becak, menyeberang laut melawan ombak demi mendukung masa depan anak-anak di Pulau Lae-lae. 

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin menyambut baik kolaborasi bersama SGM Eksplor dalam upaya memberikan dukungan akses nutrisi dan pendidikan. 

Dengan bisa memfasilitasi dan memberikan proses pembelajaran yang baik kepada anak-anak usia dini dan sekolah dasar, maka akan semakin memberikan kesiapan kepada mereka dalam mengeksplorasi semua potensinya serta memberikan harapan generasi maju di masa yang akan datang.

“Bukan hanya untuk mendukung anak-anak namun juga memberikan apresiasi kepada para guru yang inspiratif, yang tetap berjuang di tengah keterbatasan, khususnya di masa pandemi ini," katanya.

Baca juga: Waspadai Anemia, Jadi Pemicu Tingginya Angka Kematian Ibu Saat Melahirkan di Indonesia

Kolaborasi SGM Eksplor bersama Alfamart juga akan meresmikan 2 sekolah yang telah direnovasi sebagai bagian dalam Sekolah Generasi Maju.

Adapun sekolah ini berlokasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved