Breaking News:

Banyak TKA Cina di Industri Smelter, Jubir Luhut: Jangan Jadi Bangsa yang Maunya Semua Instan

Jodi mengatakan, sejak awal pemerintah memiliki peta jalan atau roadmap untuk komoditas mineral nikel.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Jodi Mahardi, juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menanggapi tudingan banyaknya tenaga kerja asing (TKA) asal Cina di industri smelter nikel. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Jodi Mahardi, juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menanggapi tudingan banyaknya tenaga kerja asing (TKA) asal Cina di industri smelter nikel.

Jodi mengatakan, sejak awal pemerintah memiliki peta jalan atau roadmap untuk komoditas mineral nikel.

Selama puluhan tahun, lanjut Jodi, Indonesia tidak pernah memiliki pabrik pemurnian nikel seperti saat ini, dan hanya mengekspor bahan mentahnya terus.

Baca juga: Nihil Zona Merah Covid-19 di Indonesia Terus Berlanjut, Kuning Menyusut Lagi Jadi 480 Daerah

"Terus kita baru mulai beberapa tahun terakhir sejak dipimpin Presiden Joko Widodo."

"Bagaimana bisa kita langsung mau punya pabrik mobil listrik?"

"Kan tidak bisa seperti itu cara berpikirnya."

Baca juga: Jabatan 57 Bekas Pegawai KPK di Polri Sudah Ditentukan, Bakal Ada yang Jadi Penyidik Hingga Keamanan

"Semua harus disiapkan dan dilakukan secara bertahap."

"Jangan kita jadi bangsa yang maunya semua instan," kata Jodi saat dihubungi Tribun, Selasa (23/11/2021).

Jodi mengatakan, butuh waktu untuk sampai kepada tahap pengembangan ekosistem mobil listrik.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 37, di Jawa dan Bali Tetap Nihil

Untuk beberapa tahun terakhir, katanya, Indonesia masih fokus pada peningkatan produksi stainless steel dari hasil pengolahan nikel tersebut, sambil secara bertahap menyiapkan semua kebutuhan untuk pembangunan pabrik komponen baterai.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved