Jumat, 10 April 2026

Berita Duka

Sosok Verawaty Fajrin Dimata Herry IP dan Candra Wijaya

Diketahui, Verawaty pernah menjadi tim pelatih bagi para atlet di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan LQ
Pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP, mengenang Verawaty Fajrin 

WARTAKOTALIVE.COM, BALI -- Pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP turut merasakan duka mendalam atas berpulangnya legenda bulu tangkis, Verawaty Fajrin.

Pelatih yang dijuluki coach Naga Api tersebut mengenang Verawaty sebagai sosok yang tegas.

"Pertama-tama turut berduka cita atas meninggalnya Kak Vera, yang sudah berjuang cukup lama dan terakhir tadi pagi meninggalkan kita semua," ujar Herry IP saat ditemui, Minggu (21/11/2021).

"Saya kan orangnya suka guyonan ya sama beliau, bercanda. Tapi kesan saya ya Kak Vera orang yang baik, orang yang cukup tegas," lanjutnya.

Diketahui, Verawaty pernah menjadi tim pelatih bagi para atlet di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

Selama di pelatnas, Herry IP tentu mengenal sosok almarhumah. Ia merasa kehilangan atas meninggalnya Verawaty.

"Kalau pengalaman saya sama Kak Vera, dulu Kak Vera pernah melatih juga ya di PBSI. Waktu itu saya lupa tahun berapa, di tunggal putri. Banyaklah kenangan manis saya dengan Kak Vera, waktu sama-sama jadi pelatih," kata Herry IP.

Baca juga: Verawaty Fajrin Tutup Usia, Menteri Sandiaga: Selamat Jalan Sang Juara Dunia!

Baca juga: Makam Verawaty Fajrin Diurus Rekan Bertanding

Baca juga: Verawaty Fajrin Meninggal Dunia, Presiden Jokowi Bagikan Momen Ini Sambil Ucapkan Turut Berduka Cita

"Terutama waktu itu kalau saya tidak salah (tahun) 2001 Kejuaraan Dunia di Sheffield, kita satu naungan, pelatih PBSI, banyak cerita, kenangan yang manis, dan lucu lah sama kak vera, karena dia kan senior saya juga," tambahnya.

Selain itu, legenda hidup bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya pun turut berduka cita atas meninggalnya Verawaty.

Candra mengingat momen yang luar biasa bagi dirinya kala pernah diundang untuk bermain bulu tangkis bersama.

Selain itu, peraih emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan juga pernah memberi penghargaan kepada Verawaty.

"Tentu saya juga turut merasa kehilangan dan duka sedalam-dalamnya. Terlebih lagi pada 2018, kami sebagai insan bulu tangkis yang juga sudah 10 kali ya membuat kejuaraan bulu tangkis juga," ujar Candra.

"Terakhir saya memberi penghargaan juga untuk almarhum untuk Kak Vera. Ini juga menjadi suatu momen luar biasa karena beliau adalah pejuang, pahlawan, atlet bulu tangkis yang sudah banyak sekali mengharumkan nama bangsa," lanjutnya.

Ia berharap semangat Verawaty dapat menjadi contoh bagi pebulu tangkis Indonesia lainnya, khusunya di sektor putri.

Verawaty Fajrin, ratu bulutangkis Indonesia, saat tampil sebagai tunggal putri. Legenda bulu tangkis yang kini berusia 63 tahun itu sedang berbaring sakit karena kanker paru dan butuh bantuan.
Verawaty Fajrin, ratu bulutangkis Indonesia, saat tampil sebagai tunggal putri. Legenda bulu tangkis yang kini berusia 63 tahun itu sedang berbaring sakit karena kanker paru dan butuh bantuan. (Instagram @owibutet_lover)

"Semangat beliau yang luar biasa adalah dedikasi dan mentor dia yang sangat kuat.
yang mungkin sangat perlu atau layak patut dicontoh untuk kita semua apalagi untuk tunggal putri, ganda putri kita," kata Candra.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved