Jumat, 12 Juni 2026

Turnamen MLAC 2026 Ditarget Lahirkan Atlet Panahan Nasional

562 atlet muda mengikuti MLAC 2026 seri 1 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Turnamen ini diharapkan menghasilkan pemanah kaliber nasional.

Tayang:
Editor: Eko Priyono
Warta Kota/HO-Mgpcom
JUARA TURNAMEN - Atlet peraih medali emas turnamen MLAC 2026 seri 1 kategori Nasional U-10 Putri, Latisya Innara Surya Putri mengepalkan tangannya. Siswi SD Negeri 7 Wonogiri menjadi salah satu peserta turnamen yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis-Sabtu (30/4-2/5/2026). Turnamen ini diikuti 562 pemanah muda berbakat. 

"Harapannya, dari turnamen ini dapat lahir lebih banyak pemanah muda yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia".

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Demikian disampaikan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. Ia berharap turnamen panahan bertajuk "MilkLife Archery Challenge 2026" kelak menjadi lumbung penghasil atlet nasional.

Hal itu disampaikan Yoppy pada akhir turnamen seri 1 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). Turnamen yang berlangsung sejak, Kamis (30/4/2026) itu diikuti 562 pemanah muda berbakat dari 120 Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Yoppy menjelaskan tahun ini para peserta terbagi dalam lima kategori yakni Nasional U-10, Nasional U-13, Nasional U-15, PVC U-10 dan PVC U-13. Dengan pengalaman bertanding yang terus terasah, Yoppy meyakini para atlet muda potensial dari berbagai daerah memiliki bekal untuk berkembang dan meningkatkan prestasi di masa mendatang.

"Ajang kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan proses pembinaan atlet usia dini. Kami ingin memastikan para atlet mendapatkan kesempatan bertanding secara konsisten, sehingga aspek teknik, mental bertanding, dan rasa percaya diri mereka dapat tumbuh secara optimal," kata Yoppy melalui keterangan, Minggu (3/5/2026).

"Ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi para atlet muda untuk berkembang. Harapannya, dari turnamen ini dapat lahir lebih banyak pemanah muda yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia," sambungnya.

Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Archery Challenge (MLAC) Seri 1 2026, Vera Eka Wardani menyebut cakupan usia peserta yang kian meluas semakin memperkuat ekosistem olahraga panahan di level grassroot. Di sisi lain, menurut Vera, para peserta berlaga dalam atmosfer yang kompetitif dengan menunjukkan ketepatan membidik, ketenangan serta mental sportivitas tinggi.

"Pada seri ini kami telah menyesuaikan dengan peraturan PB Perpani yakni menggunakan kategori umur 'Under' (di bawah) sehingga lebih banyak atlet usia dini yang berpartisipasi. Harapannya agar semakin menumbuhkan kecintaan siswa pada olahraga panahan yang nantinya akan memperkuat keberlangsungan ekosistem olahraga panahan," ujar Vera. 

Kompetitif

Final perebutan gelar juara MLAC Seri 1 2026 berlangsung dalam tensi tinggi dan atmosfer yang sarat persaingan. Para finalis di kategori individu tampil penuh fokus, saling beradu presisi dan konsistensi dalam setiap bidikan demi mengumpulkan poin maksimal di tiap set.

Ketatnya perolehan angka membuat jalannya pertandingan semakin dramatis, setiap anak panah yang dilepaskan menjadi penentu penting menuju kemenangan. Pada final kategori PVC U-10 Putri, mempertemukan Anindhita Keysia Sukmawardhana siswi MI NU Banat Kudus versus Alesha Makaila Kheiran wakil SD Al Islam Pengkol.

Ketenangan dan fokus Keysia saat melesatkan anak panah mengantarkannya mulus menang 3 series sekaligus dengan set point 6-0 (78-64). Sedangkan pada kategori PVC 10 Putra, Louis Kafabillah Hasan dari SDUT Bumi Kartini Jepara mengunci medali emas usai mengalahkan Ahmad Sholahuddin Yusuf Al Ayy dari MIM Al Tanbih dalam 4 series dengan set point 6-2 (100-93).

Meski sempat imbang di seri 2 dan 3, tapi pada seri ke 4, satu anak panah Ahmad melebar dari target. Ini menjadi kesempatan Louis untuk mencuri poin dan memastikan kemenangan di seri 4. Di kategori PVC U-13 Putri, Annahiza Qiana Syakira dari SD Islam Terpadu Al Ihsan menang dalam 4 seri melawan Aura Nagita Anggraeni dari SD Negeri Sanetan dengan set point 6-2 (111-109).

Sempat tertinggal di seri pertama, tak membuat Annahiza ciut nyali. Ia dengan percaya diri mampu membidik sasaran poin tertinggi di tiga seri terakhir. Sementara itu untuk kategori PVC U-13 Putra, Ahmad Umar Al Fatih dari MIM Al Tanbih berhadapan dengan Muhammad Rajib Mahasin dari MIN Kudus. Al Fatih mampu mengumpulkan nilai hampir sempurna untuk 3 anak panah tiap serinya. Ia memastikan gelar juara pada seri 4 dengan set point 7-1 (118-109).

Kesabaran dan fokus yang ditampilkan Fatih saat di arena panahan menjadi modal utama kemenangannya pada seri ini. Fatih sudah tiga kali tampil dalam MLAC. Pada seri 1 tahun 2025 lalu, dia menempati podium kedua, lalu di seri kedua, ia berhasil mendapat medali emas. Kali ini, berkat ketekunannya berlatih setiap hari di sekolah dan klub panahan, dia mampu mempertahankan gelar juara.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved