Jumat, 1 Mei 2026

Berita Video

VIDEO : Presiden Pamer ke Dubes-Dubes, Ada Persemaian Modern di Rumpin

Kunjungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menangani dampak perubahan iklim kepada dunia internasional

Tayang:
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo mengajak para duta besar melihat Persemaian Modern Rumpin, di Kabupaten Bogor, Jumat (19/11/2021). 

"Pada Maret 2020 di awal pandemi, rakyat kita yang miskin berjumlah 11,16 juta jiwa."

"Setahun setelah pandemi, yakni Maret 2021, rakyat kita yang miskin naik menjadi 12,17 juta jiwa," kata Said kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Ketua Badan Anggaran DPR itu juga bicara bagaimana jumlah rakyat menganggur juga meningkat akibat pandemi.

Baca juga: AHY:Jika Partai Demokrat Dianalogikan Sebagai Aset Properti, Sertifikat Sah Hanya yang Saya Kantongi

Di mana, pada Februari 2020 sebanyak 6,93 juta jiwa, dan ada peningkatan sebesar 1,82 juta jiwa pada Februari 2021.

"Pandemi juga memberi tekanan terhadap kinerja BUMN kita."

"BUMN kita terjebak pada utang, seperti Garuda Indonesia, Hutama Karya, Waskita Karya, Bumi Putera, PLN, dan lain-lain."

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 10 November 2021: 531 Pasien Sembuh, 480 Orang Positif, 14 Meninggal

"Ini semua persoalan serius yang harus ditangani dengan penuh perhatian," tuturnya.

Dia membayangkan dengan gambaran itu, para menteri bidang ekonomi tak punya waktu mengurusi hal lainnya

"Apalagi mengurusi dirinya sendiri untuk bursa calon presiden 2024."

Baca juga: Rekrutmen Mantan Pegawai KPK Jadi ASN Segera Rampung, Karo Penmas Polri: Semua Sedang Dilengkapi

"Ingat sumpah jabatannya, sejak awal dilantik, diminta berkomitmen membantu Presiden Joko Widodo, tugasnya menyukseskan program program Presiden," paparnya.

Dia bahkan menyinggung soal tak ada visi misi menteri, yang ada hanya visi misi Presiden Jokowi.

"Jadi aneh bila ada menteri menebar video dan fotonya di layar ATM bank-bank pemerintah."

Baca juga: Rencana Pertemuan Surya-Airlangga, Legislator Nasdem: Maukah Golkar Berkoalisi Tanpa Syarat?

"Jadi kalau konsisten dengan tagline berakhlak, lebih baik istiqamah sebagai menteri, bekerja dan bekerja meninggalkan legacy yang bisa diteladani."

"Pemimpin itu satu kata dan perbuatan, please fokuslah jadi menteri dan jangan tergoda pada mimpi-mimpi selain menteri," pintanya. (Vincentius Jyestha)

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved