Minggu, 26 April 2026

Berita Video

VIDEO : Ada 237 Rumah di Kelurahan Rambutan Buang Tinja ke Kali

Rumah-rumah di Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur belum dilengkapi dengan tangki septik. 

Warkotalive.com/Muhamad Fajar Ryandanu
Sejumlah rumah di bantaran Kali Cipinang di RT 14/RW6, Rambutan, Ciracas belum memiliki tangki septik. Tampak sejumlah pipa dari rumah warga yang langsung diarahkan ke Kali. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Sekretaris Lurah Rambutan, Suhartono, mengatakan sebanyak 237 rumah di Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur belum dilengkapi dengan tangki septik. 

Akibatnya, ujar Suhartono, sejumlah rumah tersebut membuang limbah domestik dan tinja ke aliran Sungai Cipinang dan Sungai dan Sungai Sura. 

Simak Video Berikut :

"Di Kelurahan Rambutan itu ada 237 rumah yang belum ada septik tank. Itu pencemaran, orang gak sadar ya kalau itu salah," kata Suhartono saat ditemui di Kantor Kelurahan Rambutan pada Rabu (17/11/2021), siang. 

Adapun 237 rumah yang belum memiliki tangki septik itu tersebar di 6 RW, yakni RW 1, RW 2, RW 3, RW 4, RW 5, dan RW 6. 

Baca juga: Waduh, 554 KK di Kecamatan Ciracas Tak Miliki Septik Tank, Warga Buang Tinja Langsung ke Kali

Baca juga: Ratusan Rumah Warga Tak Miliki Septik Tank, Kali Cipinang dan Kali Sura Tercemar Tinja

"RW 1 ada 44 rumah, RW 2 ada 27 orang, RW 3 ada 14, RW 4 ada 51, RW 5 ada 47, dan RW 6 ada 54 rumah," sambung Suhartono. 

Masih menurut Suhartono, mayoritas rumah yang belum memiliki tangki septik adalah warga yang tergolong mampu dalam aspek ekonomi. Rencananya, pihak Kelurahan Rambutan akan mendatangi rumah-rumah yang berada di bantaran Kali Cipinang dan Kali Sura. 

Lebih lanjut, sebagian besar rumah yang belum memiliki tangki saptik adalah rumah sewa atau kontrakan. "Kita akan mengumpulkan orang-orang yang punya kontrakan untuk sosialisasi. Mungkin kita akan mulai dari RW 1, karena di situ banyak. Kita sudah ada pertemuan tapi progres ya belum banyak," ujar Suhartono.

Baca juga: 2.000 Rumah di Kecamatan Johar Baru Belum Miliki Tangki Septik

Baca juga: Ribuan Rumah di Kecamatan Johar Baru Dibangun Berhimpitan dan Belum Dilengkapi Tangki Septik 

Sementara itu, menurut Kapala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Rambutan, Sarino, menyebut  pihaknya akan terus mengimbau kepada para pemilik kontrakan untuk membangun tangki septik di dalam rumahnya. Hal ini ia maksud untuk mengurangi pencemaran air di aliran Kali Cipinang maupun Kali Sura. 

"Kita himbau orang-orang yang punya kontrakan, karena ada yang punya 5 pintu 6 pintu gak bikin tangki septik karena di belakangnya sudah ada kali," ujar Sarino saat ditemui di Kantor Kelurahan Rambutan pada Rabu (17/11/2021), siang. 

Selain 237 rumah, ujar Sarino, ada pabrik tahu yang juga membuang limbahnya langsung ke Kali Cipinang. "Ada juga pabrik tahu, karyawannya banyak 20 mereka lansung buang ke kali. Kemarin kita survei dan nyata, mereka gak punya tangki septik," sambung Sarino. 

Menurut laporan Pemantauan Kualitas Lingkungan Air Sungai Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020, parameter pencemar utama yang mencemari lokasi sungai adalah bakteri koli tinja, bakteri koli, BOD, MBAS, dan COD. Hasil ini mengindikasikan dominasi cemaran berasal dari limbah domestik.

Bakteri E-Coli merupakan mikroorganisme normal yang terdapat dalam kotoran manusia, baik sehat maupun sakit. Dalam satu gram kotoran manusia terdapat sekitar seratus juta bakteri E-Coli.

Kotoran hewan atau manusia mengadung Bakteri Escherichia Coli atau E-Coli. Oleh karena itu, dikenal juga dengan istilah koli tinja. (M29)

Pemprov DKI Jakarta Targetkan Bakal Merivatilasasi Tangki Septik di 5.000 Titik Ibu Kota Pada 2022

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menyelesakan proyek revitalisasi tangki septik (septic tank).

Jumlah septic tank yang akan dikerjakan Pemprov DKI Jakarta masih tersisa 3.983 titik.

Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta telah merevitalisasi 1.017 titik tangki septik di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal, mengatakan bahwa proyek revitalisasi tangki septik telah dimulai sejak 2020 dan ditargetkan selesai 2022.

Total tangki septik yang bakal direvitalisasi mencapai 5.000 titik dan tersebar di berbagai lokasi Jakarta.

Dalam proyek itu, Dinas SDA melibatkan BUMD PD Perusahaan Air Limbah (PAL) untuk mengakselerasi revitalisasi tangki septik.

"Subsidi ini diadakan sebagai upaya pemenuhan hak atas sanitasi layak untuk masyarakat,” kata Yusmada berdasarkan keterangannya pada Selasa (28/9/2021).

Berdasarkan data dari SDA DKI Jakarta, total revitalisasi tangki septik sampai tahun 2022 mencapai 5.000 titik.

Pada tahun 2020, revitalisasi tangki septik dilakukan di 434 titik wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Baca juga: Revitalisasi Tangki Septik di Jakarta Tersisa 3.983 Titik

Baca juga: Pakai Dana APBD Rp 10 Miliar Lebih Pemkot Depok Bangun 1.045 Septic Tank Individual di 27 Kelurahan

Baca juga: Targetkan 2021 Punya Septic Tank, Warga di Lima Kelurahan Ini Tidak Sembarangan Lagi Buang Air Besar

Sementara pada 2021, tangki septik telah terpasang sebanyak 583 titik di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur dengan target penerima manfaat mencapai 2.000 kepala keluarga (KK) di akhir tahun 2021.

Dengan begitu, masih ada 3.983 titik tangki septik yang belum terpasang.

Estimasi nilai pekerjaan untuk menyediakan dan memasang tangki septik di rumah warga sebesar Rp 10 juta per KK dalam satu rumah.

Lebih dari 90 persennya ditanggung Pemprov DKI Jakarta melalui subsidi, sedangkan sisanya dibayarkan warga ke PD PAL Jaya.

Menurutnya, penerima subsidi diprioritaskan pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera.

Contohnya, belum memiliki tangki septik atau masih buang air besar sembarangan, memiliki tangki septik namun tidak kedap, bermukim di daerah yang terkena rob, bermukim di daerah dengan muka air tanah tinggi, bermukim di daerah dengan air tanah yang tercemar bakteri E coli dengan total coliform di atas 3.000 per 100 ml air atau bermukim di daerah rentan penyakit diare.

Kata dia, kebijakan ini dibuat berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 9 tahun 2020 tentang Revitalisasi Tangki Septik Rumah Tangga, dan Perjanjian Kerja Sama PD PAL Jaya dan Dinas SDA tentang Revitalisasi Tangki Septik Rumah Tangga.

Selain itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2021, sekitar 7 persen warga di Jakarta diidentifikasi masih BABS.

Oleh karena itu, kegiatan revitalisasi tangki septik rumah tangga ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan layanan sistem setempat, meningkatkan cakupan layanan pengelolaan air limbah di DKI Jakarta, serta meningkatkan kesehatan masyarakat di DKI Jakarta melalui perbaikan prasarana sanitasi.

Melihat kondisi tersebut, ujar dia, perlu adanya upaya peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah. Salah satu yang bisa dilakukan adalah revitalisasi tangki septik rumah tangga.

Standar tangki septik yang dibuat juga harus baik dan benar seperti, tangki septik harus dibuat kedap air, dan perlu memiliki lubang kontrol, ventilasi, pipa masuk-keluar, serta harus dikuras isinya untuk dibuang dengan truk tinja secara reguler atau rutin.

"Kami berharap, program ini bisa meningkatkan kenyamanan dan kesehatan masyarakat Jakarta karena air limbah yang dihasilkan akan diolah di dalam tangki septik standar sebelum dibuang ke badan air seperti saluran atau sungai,” jelasnya.

27 Septik Tank Dibangun di Ciracas Jakarta Timur Diperuntukkan bagi Warga Tidak Mampu

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Sebanyak 27 septik tank dibangun di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur yang diperuntukkan bagi warga tidak mampu.

Pembangunan ke-27 septic tank itu dimulai sejak awal tahun 2020 di lima kelurahan. 

Camat Ciracas Mamad mengatakan, sejauh ini sudah ada 27 septik tank yang dibangun untuk warga tidak mampu. Lokasinya tersebar di lima kelurahan di Kecamatan Ciracas.

"Secara umum yang dibangun satu septik tank untuk satu KK (kepala keluarga), tapi ada beberapa yang untuk 3-4 KK," ungkap Mamad, Selasa (17/11/2020).

Pembangunan puluhan septik tank itu dilakukan dengan menggunakan anggaran hasil swadaya masyarakat, Pemprov DKI Jakarta, maupun juga Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca juga: VIDEO KSAD Jenderal Andika Bertemu LPSK, Bahas Perusakan dan Penyerangan Mapolsek Ciracas

Baca juga: Banjir Ciracas, PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi 50 Persen dengan Janji Beri Pekerjaan Kepada Warga

Khusus pembangunan septik tank di Kelurahan Susukan dan Kelurahan Ciracas, dikerjakan oleh PD Pal Jaya. Sementara di Kelurahan Kelapa Dua Wetan dikerjakan oleh Kementerian PUPR. 

“Tujuannya (pembangunan septik tank) warga yang secara ekonomi tidak mampu membangun septik tank tak membuang kotoran ke saluran air, khususnya Kali Cipinang,” ujarnya.

Proses pembangunan septik tank melibatkan PPSU di masing-masing kelurahan. Mereka akan membantu proses penggalian tanah di lokasi yang bakal dijadikan septik tank warga.

"Sekarang pengerjaan masuk tahap tiga, 10 unit septik tank sedang dalam tahap verifikasi untuk warga ekonomi tidak mampu," tuturnya.

Baca juga: Bujuk Warga Agar Mau Ikut Tes Swab, Puskesmas Ciracas Libatkan Pengurus RT/RW

Sebelumnya Mamad mengatakan tercatat sekitar 1.000 KK di Kecamatan Ciracas belum memiliki septik tank hingga bulan Mei 2020. Lokasinya pun tersebar di lima kelurahan. (jhs)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved