Berita Nasional
GAWAT, Ormas Islam dan Ulama di Sumbar Minta Jokowi Copot Gus Yaqut, Dianggap Pecah-belah Umat Islam
Yaqut Cholil Qoumas dianggap telah menciderai dan memecah belah persatuan Ummat Islam dengan pernyataan Menteri Agama adalah hadiah untuk NU.
WARTAKOTALIVE.COM, PADANG -Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tak henti-hentinya menjadi sorotan publik.
Beberapa hari lalu, pria yang karib disapa Gus Yaqut itu menjadi trending topik Twitter Indonesia pada Minggu (14/11/2021) dengan tagar #ReformasiKemenag_CopotYaqut.
Komentar warganet lebih banyak menyesalkan sejumlah tindakan dan ucapan dari Gus Yaqut.
Terbaru, Gus Yaqut dianggap membuat gaduh setelah berkomentar mengenai pengeras suara atau toa masjid dan musala.
Baca juga: Ditegur Prabowo setelah Kritik Jokowi, Fadli Zon Sudah Dua Hari Tidak Nge-twit, Takut Dipecat?
Baca juga: PBNU Trending usai Politisi Demokrat Usulkan Jusuf Kalla sebagai Calon Ketua Umum Hadapi Said Aqil
Saat menutup forum Ijtima Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Gus Yaqut menyatakan pengeras suara di masjid maupun musala harus mempertimbangkan aspek kenyamanan bersama.
Pasalnya, kata dia, Indonesia merupakan negara dengan berbagai keragaman termasuk agama.
"Orang kalau mendengarkan azan itu membuat hati tergetar, tapi agar penggunaan pengeras suara mempertimbangkan aspek kenyamanan bersama, karena kita hidup dengan masyarakat beragama," ujar Yaqut, Kamis (11/11).
Oleh sebab itu, Yaqut meminta pengurus masjid atau musala dapat lebih bijaksana dalam menggunakan pengeras suara.
Di sisi lain, ia berharap para ulama dapat memberi masukan kepada pengelola masjid atau musala.
Baca juga: Kemenag Borong Kamar Hotel di Lampung, Panitia Muktamar NU Geram, Curiga Ada Upaya Sabotase
Baca juga: GAWAT, Ormas Islam dan Ulama di Sumbar Minta Jokowi Copot Gus Yaqut, Dianggap Pecah-belah Umat Islam
"Agar bijaksana dalam menggunakan pengeras suara, kenyamanan bersama tetap terjaga tetapi syiar menjadi pengeras suara menjadi wasilah bisa dijalankan secara bersama," jelas Yaqut.
Ormas dan ulama di Sumbar minta Yakut Cicopot
Sebelumnya, seperti dilaporkan Tribun Padang (Jaringan Warta Kota), sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan tokoh masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar) mengirim surat ke Ketua DPR RI melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar.
Surat tersebut berisikan tuntutan atas pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dinilai meresahkan umat Islam dan berpotensi merusak persatuan anak bangsa dengan sejumlah pernyataannya
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dianggap telah menciderai dan memecah belah persatuan Ummat Islam dengan sejumlah pernyataannya, di antaranya pernyataan Menteri Agama adalah hadiah untuk NU.
Baca juga: Sukses Jadi Pengusaha, Narji Cagur Resmi Gabung Demokrat, Andi Arief: Selamat Datang Komedian Jenius
Selain itu Menag juga sering menggeser hari besar Islam.
"Ini bikin ricuh dan memecah belah bangsa. Kemudian menggeser hari besar Islam, ini jelas tidak menghargai umat Islam, agama Islam dan putusan ulama yang ada di Indonesia," sebut seorang peserta audiensi, Jell Fathullah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ormas-di-sumatera-barat-minta-gus-yaqut-mundur.jpg)