Breaking News:

Pemilu 2024

Legislator PKB: Ironi Menyedihkan, Sudah Banyak Baliho Dipasang, tapi Pemilunya Belum Jelas Kapan

Luqman bicara bagaimana pentingnya segera mengakhiri spekulasi soal perpanjangan masa jabatan Presiden hingga 2027.

Editor: Yaspen Martinus
Tribun Bogor
Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim menjelaskan alasannya meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Pemilu 2024 pada 21 Februari. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA -  Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim menjelaskan alasannya meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Pemilu 2024 pada 21 Februari.

Luqman bicara bagaimana pentingnya segera mengakhiri spekulasi soal perpanjangan masa jabatan Presiden hingga 2027.

"Ini keresahan publik mengenai adanya pihak tertentu di dalam kekuasaan, yang ingin menggagalkan Pemilu 2024."

"Demi memperpanjang masa jabatan pemerintahan hingga tahun 2027 mendatang," kata Luqman lewat keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Sabtu (13/11/2021).

Politisi PKB itu juga menilai sekarang sudah banyak tokoh yang mulai berkampanye, baik secara terbuka maupun tertutup, menjadi calon presiden.

"Bahkan sudah banyak baliho dipasang, banyak iklan di media massa yang sudah tayang, termasuk di layar-layar ATM Bank Himbara."

"Dan juga relawan-relawan pendukung tokoh yang ingin menjadi capres sudah bertumbuh bagai jamur di musim hujan."

"Gairah dan semangat berdemokrasi banyak pihak itu bisa menjadi ironi menyedihkan, karena ternyata pemilunya saja belum jelas kapan akan dilaksanakan," papar Luqman.

Luqman berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak perlu ragu menentukan jadwal Pemilu 2024.

"Saya berharap KPU tegak lurus sebagai pelaksana undang-undang."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved