Harapan Baru Penanganan Pasien Leukemia Dewasa Dengan Terapi Seluler di RS Kanker Dharmais
Harapan Baru Penanganan Pasien Leukemia Dewasa Dengan Terapi Seluler di Rumah Sakit Kanker Dharmais
Selain transplantasi sel punca, Rumah Sakit Kanker Dharmais juga menghadirkan pilihan terapi seluler lain, yaitu donor lymphocyte infusion (DLI).
Baca juga: Deteksi Kanker Payudara dengan Sadari dilakukan Rutin Tiap Selesai Haid, kapan yang Menopause?
Terapi ini berupa pemberian infus berisi limfosit, salah satu jenis sel darah putih, yang berasal dari donor kepada pasien leukemia.
Limfosit ini nantinya akan mengenali sel-sel kanker dan dapat menghancurkan sel-sel ganas tersebut.
Terapi ini adalah terapi penyelamatan yang dilakukan jika pasien kembali mengalami kekambuhan pasca menerima transplantasi.
"Terapi ini dapat menjadi pilihan di saat tidak ada lagi pilihan terapi yang dapat dilakukan," kata dr. Resti.
Baca juga: Takut Terkena Kanker Payudara? Jangan Malas Lakukan Skrining dan Deteksi Dini Secara Rutin
Yanto Ciputra, M.Biomed mewakili Unit Transfusi Darah RS Kanker Dharmais mengatakan, Rumah Sakit Kanker Dharmais sudah memiliki fasilitas yang mampu memproses darah perifer untuk kemudian mendapatkan sel punca atau sel darah putih yang akan digunakan dalam terapi leukemia.
Dokter Resti mengatakan, terapi seluler ini bukanlah terapi sederhana.
Pasien harus dinilai terlebih dahulu oleh seorang ahli hematologi dan onkologi sebelum ditetapkan sebagai kandidat yang cocok untuk menerima terapi seluler.
Dan tidak semua pasien dapat menerima transplantasi sel punca yang berasal dari dirinya sendiri, sehingga ia membutuhkan sel dari donor atau alogenik.
Baca juga: Edukasi Deteksi Kanker Payudara di Kemasan Charm Kerjasama dengan YKPI, Ingatkan untuk Sadari
Kendala yang seringkali dihadapi dalam transplantasi alogenik maupun DLI adalah menemukan donor yang cocok dalam kurun waktu singkat.
Namun, seiring dengan kecanggihan teknologi, saat ini semuanya dapat dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum waktu transplantasi atau bahkan sebelum pasien diketahui membutuhkan terapi DLI.
Sel punca dan sel limfosit yang diberikan oleh donor dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu sebelum nantinya digunakan saat dibutuhkan.
Untuk melengkapi layanan terapi seluler yang ditawarkannya, Rumah Sakit Kanker Dharmais, juga memberikan layanan penyimpanan sel donor sebelum digunakan untuk transplantasi ataupun terapi DLI.
Baca juga: Linda Agum Gumelar Ajak Penyintas Kanker Payudara Jangan Tunda Vaksinasi Covid-19
Untuk layanan ini, Rumah Sakit Kanker Dharmais bekerja sama dengan PT Cordlife Persada, sebuah bank penyimpanan sel punca yang berbasis di Jakarta.
Penyimpanan sel donor ini akan dilakukan secara kriogenik dan dijaga dalam suhu beku -196 derajat Celsius agar kondisi selnya tetap baik dan siap digunakan kapan saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rs-kanker-dharmais.jpg)