Breaking News:

BPJS Kesehatan

Lakukan Upaya Promotif dan Preventif, BPJS Kesehatan Apresiasi Puskesmas Wilayah Cengkareng

Layanan dan inovasi fasilitas kesehatan mempermudah peserta mengakses pelayanan sebagai indikator tingkat kepuasan peserta BPJS Kesehatan

Editor: Wartakota
HO/BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan mengevaluasi seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah Jakarta Barat terkait pemberian pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Tampak proses skrining riwayat kesehatan peserta peserta JKN-KIS. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - BPJS Kesehatan bersama Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jakarta Barat mengevaluasi  seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah Jakarta Barat terkait pemberian pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kegiatan tersebut dilakukan melalui mentoring spesialis secara rutin kepada dokter yang bertugas di FKTP.

"Kegiatan promotif dan preventif ini pada dasarnya akan berjalan dengan optimal melalui kolaborasi dan dukungan dari pemerintah daerah serta stakeholder terkait dalam hal ini salah satunya adalah fasilitas kesehatan," kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Purwati, Kamis pekan lalu.

Menurut Purwati, pemberian layanan dan inovasi fasilitas kesehatan dalam mempermudah peserta dalam mengakses pelayanan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebagai indikator dalam menentukan tingkat kepuasan peserta terhadap fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan.

Baca juga: Ratusan Pekerja Informal di Jakarta Pusat Didorong menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan 

Baca juga: Fauzia Percayakan Jaminan Kesehatannya Kepada JKN-KIS, Orang Muda Kian Peduli Pola Hidup Sehat

Fauzia Okta Ramadani (15 tahun),  seorang remaja peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tinggal di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
Fauzia Okta Ramadani (15 tahun),  seorang remaja peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tinggal di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. (HO/BPJS Kesehatan)

Dalam kegiatan pertemuan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat juga mengapresiasi Puskesmas Wilayah Cengkareng atas pencapaian rata-rata skrining riwayat kesehatan peserta JKN-KIS.

Sampai dengan bulan September 2021, pencapaian rata-rata riwayat skrining kesehatan peserta JKN-KIS mencapai 163%.

Skrining kesehatan merupakan upaya promotif dan prefentif yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan kepada peserta JKN-KIS untuk melihat risiko yang ada pada jenis-jenis penyakit seperti Diabetes Melitus (DM), hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner.

"Kami mengapresiasi betul dengan apa yang telah dilakukan oleh Puskesmas Wilayah Cengkareng. Kami berharap, Puskesmas Cengkareng bisa berbagi pengalaman kepada fasilitas kesehatan lainnya sehingga bisa sama-sama belajar strategi apa yang digunakan untuk bisa mencapai target tersebut,” ungkap Purwati.

Baca juga: Kini BPJS Kesehatan Jakut Miliki 123 Faskes Tingkat Pertama dan 22 Faskes Rujukan Tingkat Lanjutan

 
Pada kesempatan tersebut, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Elok Nuzullia Muktiningtyas menyampaikan apa yang dilakukan oleh Puskesmas Wilayah Cengkareng merupakan hasil dari kerja sama tim untuk terus melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Selain memanfaatkan aplikasi Mobile JKN, P-Care, web skrining kami juga melakukan pendataan skrining secara manual melalui aplikasi lembar kerja daring.

"Hal ini kami lakukan karena tidak semua yang berobat saat itu memiliki aplikasi Mobile JKN dan juga sebagian dari mereka ada yang usianya sudah tua sehingga mengalami kesulitan jika harus mengisi form manual atau pun berbasis web,"katanya.

Menurut Elok, pasien yang berobat dilakukan skrining oleh dokter  dan langsung mengisi pada aplikasi lembar kerja daring. Dari data tersebut nanti perawat atau petugas administrasi kemudian menginput data ke web skrining yang sudah disediakan oleh BPJS Kesehatan.

Selain apresiasi dari BPJS Kesehatan, salah satu perwakilan IDI wilayah Jakarta Barat, Cecilia R. Padang menyampaikan apresiasinya kepada Puskesmas di Wilayah Cengkareng.

Dia  berharap bahwa cara-cara ini dapat dijadikan gambaran bagi puskesmas juga fasilitas kesehatan lainnya sehingga bisa mencapai target yang sudah ditetapkan.

"Dengan begitu, pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS bisa diberikan secara optimal sesuai dengan hasil skrining kesehatannya serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk mencegah risiko yang lebih besar dari penyakit yang menyertai," tutup Cecilia. (DA/rc)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved