Breaking News:

BPJS Kesehatan

Fauzia Percayakan Jaminan Kesehatannya Kepada JKN-KIS, Orang Muda Kian Peduli Pola Hidup Sehat

Tak jarang kebanyakan orang sekarang, sejak muda, mulai mencari-cari pola hidup sehat untuk bisa tetap bugar hingga usia lanjut.

Editor: Wartakota
HO/BPJS Kesehatan
Fauzia Okta Ramadani (15 tahun),  seorang remaja peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tinggal di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA  – Berbagai penyakit di dalam tubuh, umumnya muncul  atas dasar pola hidup yang tak sehat. Tak jarang kebanyakan orang sekarang, sejak muda, mulai mencari-cari pola hidup sehat untuk bisa tetap bugar hingga usia lanjut.

Jadi, menjaga kesehatan sejak usia muda sudah tidak lagi menjadi suatu hal yang tabu bagi sebagian besar orang.

Fauzia Okta Ramadani (15 tahun),  seorang remaja peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tinggal di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, misalnya.

Ia selalu berusaha untuk bugar dalam beraktivitas sehari-hari.

Selama menjadi peserta JKN-KIS, Fauzia Okta Ramadani, memang belum pernah mendapatkan manfaatnya secara langsung karena sejauh ini ia masih berada pada kondisi yang sehat.

“Saya pribadi belum pernah menggunakan JKN-KIS untuk berobat," katanya.

Farhan Ferdiansyah, Kepala Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa dalam kegiatan Sosialisasi Terpadu Bersama Stakeholder, baru-baru ini.
Farhan Ferdiansyah, Kepala Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa dalam kegiatan Sosialisasi Terpadu Bersama Stakeholder, baru-baru ini. (Dok. BPJS Kesehatan)

Baca juga: Kini BPJS Kesehatan Jakut Miliki 123 Faskes Tingkat Pertama dan 22 Faskes Rujukan Tingkat Lanjutan

Baca juga: BPJS Kesehatan Ajak Peserta Pantau Kesehatannya Lewat Skrining Kesehatan

Fauzia mengimbuhkan, "Alhamdulillah saat ini saya masih dalam keadaan yang sehat wal’afiat. Tapi saya tahu betul manfaat Program JKN-KIS ini sebab orang tua dan nenek saya di rumah juga peserta JKN-KIS yang secara rutin menggunakannya untuk berobat.”

Fauzia menyampaikan dari pengalaman orang tuanya menggunakan JKN-KIS, ia bisa mengetahui prosedur yang harus dilakukan ketika menggunakan JKN-KIS untuk berobat.

Ia merasa bahwa alurnya mudah dipahami. Jika  harus berobat ke puskesmas, ia sudah bisa memahami apa yang harus dilakukan.

“Sejauh ini orang tua saya mengatakan bahwa pelayanan di fasilitas kesehatan baik. Dokter dan perawatnya juga ramah dan mau memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kami," kata Fauzia.

Baca juga: Kabar Baik! Biaya Pengobatan Long Covid Sedang Diupayakan Ditanggung BPJS Kesehatan

Selain itu,  informasi JKN-KIS juga sekarang semakin mudah di akses baik melalui aplikasi Mobile JKN atau melalui care center.

"Meski belum merasakan secara langsung,  saya merasa lebih aman melakukan aktivitas sehari-hari dengan adanya JKN-KIS. Alhamdulillah sampai saat ini saya sehat, tapi saya tidak ragu menggantungkan permasalahan kesehatan saya dengan JKN-KIS. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Tentu harus lebih berjaga-jaga jika sewaktu-waktu membutuhkan,” ujarnya Fauzia.

Fauzia berharap ke depannya, Program JKN-KIS terus ada untuk bisa membantu masyarakat Indonesia dalam hal kesehatan.

Dengan demikian, tidak ada lagi orang yang ragu atau bingung ketika sakit namun tak memiliki biaya yang cukup untuk perawatan. Hidup menjadi lebih tenang dan nyaman jika kita bisa menjaga kesehatan serta bersiap diri sebelum sakit. (DN/rc)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved