Senin, 18 Mei 2026

Ketum MUI Babel Nilai LDII Telah Mampu Antisipasi Tantangan Pemberdayaan Umat

Selain itu, ia mengapresiasi apa yang sudah Ponpes Minhaajurrosyidiin lakukan dalam hal pemberdayaan umat.

Tayang:
Istimewa
Ketua Umum MUI Provinsi Bangka Belitung (Babel), KH. Zayadi saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta Timur. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua Umum MUI Provinsi Bangka Belitung (Babel), KH. Zayadi mengatakan sebagai lembaga dakwah, dalam rangka pemberdayaan umat, LDII harus menyiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi situasi dan kondisi globalisasi seperti saat ini.

Menurutnya, ke depan tantangan yang akan dihadapi semakin sulit.

"Saya pikir LDII dengan estetikanya sekarang, sudah cukup baik untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi untuk pembinaan umat," ujar KH Zayadi saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (3/11/2021).

KH Zayadi didampingi Sekretaris Umum MUI Babel, KH Ahmad Luthfi dan Bendahara Umum Nardi Pratomo bersilaturahmi ke Ponpes Minhaajurrosyidiin.

Baca juga: Silaturahmi MUI ke LDII, Kagumi Pengelolaan Sampah dan Urban Farming di Ponpes Minhaajurrosyiddin

Baca juga: Idul Adha, LDII DKI Tebar Ribuan Sapi dan Kambing Kurban untuk Warga Terdampak PPKM

Kedatangannya disambut hangat oleh Ketua Yayasan Minhaajurrosyidiin, KH Muhammad Asy'ari Akbar beserta pengurus ponpes lainnya, hari ini.

Sebelumnya, rombongan MUI Babel mengikuti salat Jumat di Ponpes Minhaajurrosyidiin, sebagai Imam dan Khatib, Ustaz Muhammad Ridho.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Babel itu mengatakan, saat ini LDII sudah cukup baik dalam rangka mengantisipasi perubahan, "Artinya, ketika perubahan-perubahan ini terjadi, sudah sangat baik disikapi oleh LDII," ucapnya.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Apresiasi Pengelola Pondok Pesantren dan DPP LDII Dukung Vaksinasi

Selain itu, ia mengapresiasi apa yang sudah Ponpes Minhaajurrosyidiin lakukan dalam hal pemberdayaan umat.

"Karena pak kiyai-nya (pimpinan pesantrennya) sebagai ketua Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren). Dan ini adalah suatu momen yang sangat baik sekali sehingga pesantren ini bisa melakukan pemberdayaan umat terkait dengan ekonomi umat berbasis syariah," tambahnya.

Terkait dengan pemberdayaan umat, pihaknya berkeinginan apa yang dilakukan Ponpes binaan LDII ini untuk dapat diaplikasikan di Babel.

Baca juga: Pengajian Akbar LDII Jakarta, Ketua MUI DKI Sebut Keberhasilan Perjuangan Muslim Dimulai di Keluarga

"Ada beberapa hal yang membuat kami tertarik, selain pemberdayaan umat yang berkaitan dengan wakaf, zakat dan sebagainya. Insyaallah ini akan bisa kami adopsi, akan kami modifikasi, secara subtansial kami sudah dapat dari pak kiayi. Kemudian yang sangat menarik adalah pengolahan sampah," urainya.

Pihaknya terkesan melihat pengolahan sampah mandiri yang dilakukan oleh Ponpes dalam rangka mengurangi limbah yang dibuang ke TPA. Seperti diketahui, permasalahan sampah ini bukan masalah lokal, maupun nasional akan tetapi masalah dunia.

"Banyak teknologi yang dapat diterapkan untuk mengurai sampah, namun banyak pula yang gagal. Saya melihat Ponpes ini tadi, sampah berapa ton per hari dapat diolah dalam beberapa jam sehingga menghasilkan pupuk, menghasilkan pakan ikan, ini suatu hal yang luar biasa," kata KH. Zayadi.

Melihat potensi yang ada di Ponpes Minhaajurrosyidiin, pihaknya merasa kagum bahwa selain mengajarkan ilmu agama, Ponpes ini juga mengajarkan softskill kepada santrinya melalui urban farming.

"Ini luar biasa. Bagaimana pak kyai menggerakkan potensi-potensi di pesantren ini sehingga mampu melakukan hal seperti itu. Nah ini yang patut kami contoh. Ini suatu teladan yang baik dalam rangka menghidupkan pesantren," tutupnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved