Selasa, 19 Mei 2026

Idul Adha, LDII DKI Tebar Ribuan Sapi dan Kambing Kurban untuk Warga Terdampak PPKM

Total tebar hewan kurban LDII di DKI Jakarta 1.574 ekor sapi dan 1.266 ekor kambing, sebagian di salurkan kepada korban pandemi covid-19

Tayang:
Editor: Ahmad Sabran
warta kota
Kegiatan Tebar Kurban LDII DKI 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Keterbatasan di masa PPKM tidak menghalangi warga LDII khususnya di DKI Jakarta untuk melakukan tebar daging kurban.

Total tebar hewan kurban LDII di DKI Jakarta 1.574 ekor sapi dan 1.266 ekor kambing, sebagian di salurkan kepada korban pandemi covid-19 dalam proram LDII Berbagi di masa pandemi.

DPP LDII mengajak umat Islam berkurban dengan wawasan lingkungan. “Wawasan lingkungan di sini, kita sebagai umat Islam harus peka terhadap lingkungan. Mengubah kebiasaan berkurban, agar tetap patuh protokol kesehatan dan menjaga kebersihan dari sisa-sisa pemotongan hewan kurban,” ujar Ketua DPP LDII KH Chriswanto Santoso.

Menurutnya, kurban mampu memutar ekonomi pada peternak yang tentunya selama pandemi Covid-19, terimbas penurunan daya beli masyarakat.

“Menyelenggarakan kurban pada saat pandemi Covid-19 menciptakan multiplyer effects di kalangan peternak. Sementara, masyarakat bisa meningkatkan imun dengan protein hewani dari pembagian daging kurban,” ujarnya.

Ketua DPP LDII bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) Teddy Suratmadji menyatakan, untuk mematuhi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), rangkaian ibadah pada Hari Raya Idul Adha, dilaksanakan dengan mematuhi surat edaran Kementerian Agama, “Pada wilayah PPKM dengan kategori merah hingga hitam, DPP LDII meminta warganya melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing terutama di wilayah DKI Jakarta,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Warga Bekasi Dapat BST di Tengah Pandemi: Alhamdullilah Kami Sekeluarga Bisa Makan

Baca juga: CPNS 2021: Rangkuman Lengkap Soal CPNS Penerapan Asas Desentralisasi

Baca juga: VIDEO Mendagri: Keberhasilan Penanganan Pandemi Covid-19 di Bekasi Berpengaruh ke Situasi di Jakarta

Departemen PKD menyusun naskah khotbah standar, yang bisa dibaca oleh kepala keluarga saat salat Idul Adha di rumah, “Naskah tersebut disusun untuk memudahkan kepala keluarga atau yang jadi imam salat di rumah,” ujar Teddy 

Melihat kondisi PPKM menurut Teddy Suratmadji pihaknya juga meniadakan tebar kurban, “Biasanya ada ratusan motor yang membagikan daging kurban hingga pelosok-pelosok di Jakarta dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Gantinya, para petugas mengantar daging ke rumah-rumah tanpa berkumpul di DPP LDII, dan meniadakan kupon agar tak menimbulkan antrean,” ujarnya.

Selain itu, DPP LDII juga memotongkan hewan kurban dari para tokoh masyarakat dan agama, yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Bahkan, ada anggota DPR RI yang mengirimkan sapi ke DPP LDII, yang kemudian disembelih dan dibagikan kepada warga di sekitar kantor DPP LDII.

“Kurban dengan wawasan lingkungan ini penting, kami tetap memperhatikan kondisi namun tak meninggalkan esensi berkurban, yakni ketakwaan kepada Allah dan berbagi,” ujarnya.

Kepedulian itu juga dalam bentuk membagikan daging kurban kepada warga yang menjalani isolasi mandiri. Seperti yang dilakukan warga LDII di Semarang, Surabaya, Pontianak dan berbagai daerah lainnya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua DPP LDII Sudarsono mengatakan, LDII pada tahun 2021 menerapkan Pengelolaan Qurban Peduli Lingkungan (PQPL) yang ilaksanakan dalam tiga sisi.

Sisi pertama, adalah penerapan protokol kesehatan terutama karena kondisi darurat, akibat peningkatan kasus positif Covid-19 yang luar biasa.

“Maka pengelolaan Qurban tahun 1442 H harus betul-betul memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Sudarsono yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sisi kedua, menitikberatkan pada ekonomi. Dalam pandangannya, kondisi lingkungan yang masih dalam situasi pandemi mempunyai dampak ekonomi yang berat bagi sebagian masyarakat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved