Virus Corona
Naik Pesawat Cukup Tes Antigen, Epidemiolog: Kabar Baik, Pemerintah Mendengar Banyak Masukan
Kini, naik pesawat boleh menggunakan tes antigen, setelah sebelumnya tes PCR menjadi syarat terbang.
Penulis: Ramadhan L Q |
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah kembali menetapkan aturan baru perjalanan udara di Jawa dan Bali, Senin (1/11/2021).
Kini, naik pesawat boleh menggunakan tes antigen, setelah sebelumnya tes PCR menjadi syarat terbang.
Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University, Australia, mengapresiasi aturan baru itu.
Baca juga: Siang Ini Partai Kebangkitan Nusantara Pimpinan Gede Pasek Suardika Didaftarkan ke Kemenkumham
Menurut Dicky, aturan yang diambil pemerintah sudah tepat, sehingga menjadi kabar baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Selain menjadi kabar baik, artinya juga sudah tepat dengan strategi kesehatan masyarakat,” katanya saat dihubungi, Senin (1/11/2021) siang.
Ia mengatakan, penggunaan rapid test antigen sebagai syarat dokumen perjalanan harusnya sudah cukup.
Baca juga: Tahun Depan Anas Urbaningrum Bebas dari Penjara, Bakal Gabung ke Partai Kebangkitan Nasional?
Sebab, sebagian besar masyarakat masih sulit mengakses layanan tes PCR.
“Untuk strategi testing yang cost effective, sesuai kesehatan masyarakat memang saat ini rapid test antigen."
"Di mana rapid tes antigen sudah banyak sekali pilihannya,” tutur Dicky.
Baca juga: Partai Buruh Minta Harga Tes PCR Rp 100 Ribu Seperti di India, Pemerintah Harus Menyubsidi
Dicky menambahkan, tes antigen sudah sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Jadi ini kabar baik yang perlu kita apresiasi, dan pemerintah juga mendengar banyak masukan ini,” ucapnya.
Sebelumnya, pemerintah mensyaratkan seluruh penerbangan di Indonesia harus melakukan tes PCR kepada penumpangnya.
Baca juga: Wajibkan Tes PCR Lagi, Pemerintah Diduga Bantu Penyedia Jasa Habiskan Barang yang Mau Kedaluwarsa
Selain itu, muncul wacana tes PCR rencananya bakal diberlakukan di semua moda transportasi.
Ia menilai, wajib tes PCR bagi penumpang pesawat tidak urgen, karena penularan di dalam moda transportasi udara relatif kecil dibanding transportasi lainnya.
“Urgensi menggunakan tes PCR menjadi kecil. Karena apa?"
Baca juga: Tiga Hal Ini Dinilai Jadi Kode Jokowi Soal Calon Panglima TNI, Surpres Diprediksi Segera Dikirim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dicky-budiman.jpg)