Breaking News:

Wawancara

Trias Kredensial: Radikalisme Agama, Intoleransi dan Ekstremisme (1)

Saatnya Muhammadiyah dan NU bergandeng tangan untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari rongrongan atas tatanan dan norma dasar kehidupan berbangsa d

Youtube/Trias Kredensial
Dr Zuly Qodir S.Ag, M.Ag, sosiolog Universitas Gajahmada, dosen pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Negara ini dibentuk berdasarkan kesepakatan tatanan yang melahirkan norma-norma kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa.

Radikalisme agama, gerakan-gerakan intoleransi, dan ekstremisme melanggar tatanan ideologis bangsa.

Karena itu tidak boleh tumbuh hidup, dan berkembang di lingkup negara.

Video: Trias Kredensial Bersama Zuly Qodir: Radikalisme Agama, Intoleransi dan Ekstremisme

Celakanya, virus radikalisme agama, intoleransi, dan ekstremisme sudah menjangkiti anak-anak muda.

Meski persentasenya belum besar, tetapi diseminasinya lewat media sosial, khususnya, membahayakan dan mengancam keutuhan NKRI.

Negara harus cepat bertindak, tidak boleh pembiaran berlarut-larut. Siapapun yang melanggar tatatan secara kriminal harus ditindak tegas secara hukum.

Saatnya Muhammadiyah dan NU bergandeng tangan untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari rongrongan atas tatanan dan norma dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk membahas lebih jauh mengenai paham radikalisme agama, intoleransi dan ekstremisme, Trias Kredensial mengundang Dr Zuly Qodir, SAg, MAg, seorang sosiolog dari Universitas Gajahmada yang sekarang menjadi dosen pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Berikut ini petikan wawancara Trias Kuncahyono dengan Zuly Qodir secara virtual:

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved