PPKM Dilonggarkan, Komunitas Diimbau Waspada Resiko Nongkrong

“Pendekatan harm reduction sebenarnya banyak ditemui di kehidupan sehari-hari, contohnya penggunaan produk tembakau alternatif.

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Diskusi Virtual bersama Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo dan Komunitas Journalist Weekend Rider 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Anggota komunitas  baik otomotif, olahraga, dan komunitas lainnya diimbau tetap waspada dengan resiko penularan Covid 19 meski PPKM sudah mulai dilonggarkan di Jawa Bali. 

Demikian yang terungkap dalam diskusi virtual bersama Journalist Weekend Rider, Rabu (6/10/2021). 

Nongkrong tanpa prokes disebut berisiko membawa virus ke rumah.

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo mengatakan, sejumlah penyesuaian nongkrong saat pandemi harus dilakukan anggota komunitas.

Selain menerapkan protokol kesehatan, nongkrong harus memberikan kenyamanan bagi diri sendiri maupun orang lain, salah satunya mengurangi kebiasaan merokok.

Ariyo Bimmo menyebut tidak ada yang dapat menggantikan kenikmatan touring dengan komunitas.

Sama halnya dengan merokok, meski jalan terbaik adalah berhenti merokok, namun penggunaan rokok elektrik atau produk tembakau yang dipanaskan menjadi alternatif.

Baca juga: Surat Anies ke Bloomberg Beberkan Tingginya Angka Perokok, Bukan Minta Kampanye Antirokok

Ia menyebut setidaknya ada 65 juta orang Indonesia yang disebut sebagai perokok aktif, namun ada 90 juta orang yang terkena dampak dari rokok atau disebut perokok pasif.

“Pendekatan harm reduction sebenarnya banyak ditemui di kehidupan sehari-hari, contohnya penggunaan produk tembakau alternatif. Kenapa mengurangi risiko, karena para perokok tetap bisa mengonsumsi nikotin dengan risiko yang lebih rendah,” kata Bimmo.

Ia melanjutkan, pengurangan risiko karena merokok adalah dengan mengeliminasi kandungan TAR yang disebabkan oleh pembakaran. Selain itu, menurut Bimmo penggunaan produk tembakau alternatif juga dapat menambah kenyamanan saat berkumpul bersama teman.

“Karena tidak ada pembakaran yang menghasilkan TAR, produk tembakau alternatif dapat mengurangi paparan zat bahaya 90-95% dibandingkan rokok, ditambah penggunaan produk tembakau alternatif tidak akan meninggalkan bau yang mengganggu kenyamanan sekitar,” ujar Bimmo.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved