Selasa, 5 Mei 2026

Surat Anies ke Bloomberg Beberkan Tingginya Angka Perokok, Bukan Minta Kampanye Antirokok

“Serangan kepada Anies terkait suratnya kepada Bloomberg, sejatinya hanya asumsi absurd belaka,” kata Agung

Tayang:
Ilustrasi rokok. (Kompas.com) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia menilai, tuduhan yang dilayangkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang meminta jatah kampanye antirokok ke Bloomberg merupakan suatu fitnah yang keji.

Hal itu dikatakan Ketua Nasional Rekan Indonesia Agung Nugroho menanggapi postingan akun @rokok_indonesia di media sosial Twitter beberapa hari lalu.

“Serangan kepada Anies terkait suratnya kepada Bloomberg, sejatinya hanya asumsi absurd belaka,” kata Agung dalam keterangannya, Selasa (5/10/2021).

Agung mengatakan, serangan kepada Anies dipicu karena adanya Seruan Gubernur Nomor 8 tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Rokok.

Seruan itu kemudian ‘digoreng’ seakan-akan Anies anti perokok.

Padahal dia mendesak agar pelaku usaha minimarket jangan mendukung kampanye untuk merokok.

Dalam seruan itu, Anies meminta agar pelaku usaha menutup display rokok di minimarket.

Harapannya produk rokok yang dijualnya tidak terlihat secara bebas yang membuat warga jadi ingin mencoba produk tersebut.

Selain itu, Anies juga menyerukan kepada pengelola gedung untuk memasang tanda larangan merokok pada setiap pintu masuk dan di lokasi yang mudah diketahui setiap orang.

Sekaligus memastikan tidak ada yang merokok di kawasan dilarang merokok.

“Seruan Gubernur soal penutupan pajangan rokok di minimarket dan pemasangan tanda larangan meroko itu normatif dan hampir di lakukan oleh semua pimpinan pemerintahan,” jelas Agung.

Menurutnya, pemerintah pusat sebetulnya juga menerapkan sanksi bagi siapa saja yang merokok di tempat umum.

Sanksi pidana enam bulan atau denda Rp 50 juta itu telah diatur dalam Pasal 199 UU Nomor 36 tahun 2009.

Karena itu, Agung berpandangan surat Anies kepada Bloomberg hanya sebatas menceritakan situasi terkait konsumsi rokok di Jakarta yang cenderung tinggi.

Dalam suratnya Anies mengatakan ada 3 juta perokok aktif di Jakarta dan angka itu terus naik satu persen setiap hari.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved