Sabtu, 2 Mei 2026

Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan Memiliki Risiko yang Signifikan Terjadinya Malnutrisi.

Anak yang memiliki penyakit kelainan jantung bawaan (KJB) punya kesempatan sembuh dan dapat menjalani hidupnya dengan normal. 

Tayang:
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: LilisSetyaningsih
istimewa
konsultasi ke dokter secara rutin jadi cara agar anak dengan kelainan jantung bawaan bisa sembuh dan normal jalani kehidupannya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anak yang memiliki penyakit kelainan jantung bawaan (KJB) punya kesempatan sembuh dan dapat menjalani hidupnya dengan normal. 

Namun, juga memiliki beberapa risiko, diantaranya malnutrisi. Walaupun anak yang tidak memiliki KJB  juga punya risiko malnutrisi.

Malnutrisi adalah kondisi dimana ada ketidakseimbangan antara supplai nutrisi dan kebutuhan energi tubuh untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Malnutrisi di periode awal kehidupan akan menganggu pertumbuhan otaknya dan kecerdasan. Seperti diketahui lebih dari 80 persen pertumbuhan otak terjadi di 1000 hari pertama kehidupan.

Baca juga: Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan dapat Disembuhkan dan Menjalani Kehidupan yang Normal

Baca juga: Buku KIA Bisa Bungkam Mulut Nyinyir Soal Tumbuh kembang Anak

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Dr. dr. I Gusti Lanang Sidhiarta Sp.A(K) menjelaskan, anak dengan KJB  memiliki risiko yang signifikan terjadinya ketidakseimbangan energi yang dapat menyebabkan malnutrisi.

"Kebutuhan gizi terutama energi dan protein pada pasien KJB lebih besar dari yang direkomendasikan berdasarkan kebutuhan fisiologis, usia dan berat badan," kata dokter Gusti di acara webinar yang digelar Danone Indonesia bertajuk 'Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan', Rabu (29/9) lalu.

Sementara lanjutnya, toleransi volume cairan terbatas karena adanya disfungsi jantung. 

Oleh karena itu, terapi nutrisi pada anak dengan KJB adalah dengan memastikan kalori dan protein yang cukup untuk memfasilitasi kenaikan berat badan. 

Baca juga: Lawan Penyakit Jantung Aritmia dengan Perbaiki Gaya Hidup

Baca juga: Manfaat Kacang Almond yang Wajib Diketahui, Mulai dari Cegah Penyakit Jantung hingga Diet

Bentuk paling umum terapi nutrisi pada anak di atas satu tahun yang mengalami KJB, adalah penggunaan formula tinggi kalori sehingga mengurangi volume cairan yang diberikan.

"Perbaikan gizi anak dengan KJB dapat mencegah serta menurunkan angka kesakitan dan kematian, mendukung tumbuh kembang yang optimal, dan memberikan angka keberhasilan operasi koreksi jantung dengan hasil yang lebih baik, serta kualitas fisik dan mental yang optimal di masa depan," kata dokter Gusti yang menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bali.

Dalam acara webinar itu, turut hadir perwakilan dari Komunitas Keluarga Kelainan Jantung Bawaan (KKJB) dan Komunitas Little Heart untuk berbagi pengalaman dalam membesarkan anak dengan KJB. 

Yuli Lestari, perwakilan dari KKJB menuturkan, pada saat anaknya lahir,  menyusunya terputus-putus, nafas cepat, detak jantung cepat, dan berat badannya sulit naik. 

Dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan, anaknya didiagnosis memiliki kelainan jantung bawaan dan harus menjalani operasi.

Menyadari kondisi anak yang memerlukan perhatian ekstra, dirinya rajin berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung anak dan dokter gizi untuk mengejar tumbuh kembang anak

"Salah satu yang ditekankan oleh dokter adalah memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi. Gangguan gizi pada anak dengan KJB dapat menyebabkan anak sering sakit karena daya tahan tubuh menurun dan berpengaruh terhadap keberhasilan operasi jantung di kemudian hari," katanya.

"Oleh karena itu, saya giat mengejar status gizi baik anak saya sejak awal mengetahui bahwa anak saya mengalami kelainan jantung bawaan," kata Yuli lagi. (ign) 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved