Breaking News:

Berita Dukacita

Secara Adat Batak, Sabam Sirait Sudah Saur Matua, Apa Maknanya?

Dalam adat Batak, Sabam dianggap sudah paripurna dan masuk dalam status saur matua.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
charlessianipar.com
Sabam Sirait, politisi dari PDIP 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Jenazah politisi senior dan pendiri PDIP, Sabam Sirait disemayamkan di kediamannya di Jalan Depsos Nomor 34, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).

Sabam Sirait, meninggal dunia di usia 85 tahun, Rabu (29/9/2021) malam di RS Siloam Karawaci pukul 22.37.

Ia lahir di Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936.

Sabam meninggalkan seorang istri, empat anak dan delapan cucu.

Sabam adalah ayah dari Politisi PDIP Maruarar Sirait.

Empat anak Sabam sudah menikah semuanya dan sudah memiliki cucu dari mereka.

Menantu Sabam Sirait, Putra Nababan, yang juga politisi PDI Perjuangan mengatakan prosesi pemakaman Sabam Sirait akan dilakukan secara adat batak.

Dalam adat Batak, Sabam dianggap sudah paripurna dan masuk dalam status saur matua.

“Tentunya untuk saat ini acara kegiatannya akan dipusatkan di rumah kediaman. Secara adat Batak itu akan dimulai Kamis sore pertemuan-pertemuannya dan Jumat besok prosesi adat Batak juga akan dilakukan secara full,” kata Putra di kediaman dimana jenazah Sabam disemayamkan, Kamis (30/9/2021).

“Karena memang Pak Sabam ini punya 4 anak dan empat anaknya sudah melewati proses adat. Sehingga tugas dan tanggungjawab Pak Sabam sebagai seorang ayah dan seorang Kakek dari sisi adat Batak itu sudah paripurna,” lanjutnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved