Breaking News:

Berita Jakarta

120 Titik Sungai di DKI Jakarta Masuk Kategori Tercemar Ringan sampai Berat

Mustika mengatakan, sumber limbah domestik seperti bakteri koli tinja menjadi sumber dominan pencemaran sungai. 

Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Petugas DLH saat mengambil sampel air di titik sungai ciliwung di Jembatan Halimun, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (21/9/2021), siang. (Muhamad Fajar Riyandanu) 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta melakukan pengambilan sampel air di Sungai Ciliwung pada Selasa (21/9/2021), siang.

Kegiatan yang dilakukan di Jalan Jembatan Halimun, Menteng, Jakarta Pusat ini ditujukan untuk melakukan pemantauan kualitas air di 120 titik lokasi sungai dan kali di wilayah DKI Jakarta. 

"Kalau tercemar memang kondisinya tercemar, tapi tercemar itu kan ada kategori tercemar ringan, sedang dan berat ya. Kualitas air sungai di wilayah DKI Jakarta kategorinya dari tercemar ringan sampai tercemar berat," kata Mustika, Staf Pemantauan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta saat ditemui di lokasi pada Selasa (21/9/2021), siang. 

Pernyataan Mustika selaras dengan laporan Pemantauan Kualitas Lingkungan Air Sungai Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020.

Baca juga: KPK Periksa Anies Baswedan, Nasdem DKI Ingatkan KPK Tidak Boleh Bekerja Berdasarkan Orderan

Baca juga: HEBOH, Air Sungai Jernih Berubah Jadi Merah Darah, Warga Desa Ngreden Klaten Kaget dan Ketakutan

Menurut laporan tersebut, Status mutu air sungai di Provinsi DKI secara keseluruhan mengalami penurunan mutu berdasarkan peningkatan persentase status cemar berat. Selain itu, status mutu kategori cemar berat juga mengalami peningkatan.

Adapun status mutu air sungai di Provinsi DKI Jakarta ditentukan berdasarkan perhitungan Indeks Pencemaran (IP) dengan penilaian IP 0 - 1,0 kategori baik, IP 1,0 - 5,0 kategori cemar ringan, IP 5,0 - 10,0 kategori cemar sedang, dan IP di atas 10,0 kategori cemar berat. 

Selanjutnya, analisis status mutu air dilakukan dengan menggunakan 14 Parameter-parameter yang terdiri dari zat padat terlarut (Total Dissolved Solid - TDS), zat padat tersuspensi (Total Suspended Solid – TSS), pH, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Kadmium (Cd), Khrom Hexavalen (Cr6+), Tembaga (Cu), Merkuri (Hg), Seng (Zn), Minyak dan Lemak, Senyawa Aktif Biru Metilen (MBAS), Bakteri Koli, dan Bakteri Koli Tinja. 

Baca juga: Memasuki Musim Hujan, Sudin SDA Jaksel Ingatkan Warga Sekitar Daerah Aliran Sungai Waspada Banjir

Masih menurut laporan tersebut, status mutu air sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung mengalami penurunan mutu berdasarkan peningkatan jumlah lokasi dengan status mutu cemar berat atau cemar sedang. 

Bahkan pada periode 3 (Juli, Agustus, September) tahun 2019, lokasi pemantauan dengan kondisi cemar berat mencapai 96 persen.

Namun pada periode pemantauan terakhir pada bulan Oktober, November, dan Desember 2019, lokasi dengan status mutu cemar berat mengalami penurunan sebesar 32 persen menjadi cemar sedang atau cemar ringan. Alhasil, status mutu cemar berat ada di angka 64 persen.

Perihal DAS Ciliwung di Jakarta Pusat, jaringan sungai Krukut memiliki IP terendah 7,73 dan menyentuh angka maksimum sebesar 29,55. Masih mengitup laporan Pemantauan Kualitas Lingkungan Air Sungai Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020, kondisi kecenderungan cemar besar di jaringan sungai krukut telah terjadi sejak 5 tahun terakhir. 

Baca juga: Jadi Sumber Daya Terbarukan, Sandiaga Uno Harapkan Sungai Buka Peluang Usaha di Banjarmasin

Lebih lanjut, Mustika mengatakan, sumber limbah domestik seperti bakteri koli tinja menjadi sumber dominan pencemaran sungai

"Yang dominan adalah dari sumber domestik pastinya ya, seperti bakteri koli tinja sih yang memprihatinkan dari kualitas air sungai di DKI saat ini," ujar Mustika. 

Pukul 10.17 WIB, terlihat petugas DLH DKI Jakarta sedang mengambil sampel air Sungai Ciliwung di Jalan Jembatan Halimun. Petugas tersebut menggunakan tali panjang untuk mengambil sampel air. 

Selanjutnya, air sungai itu kemudian ditaruh di sebuah kotak plastik kecil untuk diteliti di laboratorium. "Sampel air ini akan kami analisasa di laboratorium," pungkas Mustika. (M29).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved