Breaking News:

Kontrak Formula E Ditutupi, Wagub DKI Enggan Ungkap Alasan Biaya Komitmen Sampai Rp 2,4 Triliun

Wagub DKI Ahmad Riza Patria enggan menjelaskan detail kontrak Formula E dan meminta media menggali informasi dari PT Jakarta Propertindo.

Warta Kota/Fitriandi al Fajri
Seorang warga sedang membaca karangan bunga di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/9/2021) siang. Karangan bunga itu berisi pesan dukungan kepada Fraksi PDI Perjuangan dan PSI untuk menggulirkan hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahamd Riza Patria membeberkan alasan tingginya biaya komitmen atau commitment fee turnamen Formula E di Jakarta dibanding negara-negara di Eropa.

Tidak tanggung-tanggung, biaya komitmen yang harus dikeluarkan pemerintah daerah selama lima musim hingga Rp 2,4 triliun.

“Komitmen itu, (negara) Asia dengan Eropa memang berbeda,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Senin (20/9/2021).

Baca juga: Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Ragu Swasta Mau Danai DKI Gelar Formula E Hingga Rp 2,4 Triliun

Ariza mengatakan, untuk teknisnya nanti pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang dapat menjelaskan. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu mendapatkan tugas dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar menggandeng Formula E Limited dalam menggelar turnamen Formula E.

“Silakan tanya ke Jakpro dan Formula E langsung, memang berbeda. Ya komitmen memang ada di mereka,” imbuh Ariza.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mempertanyakan tingginya biaya komitmen atau commitment fee Formula E yang ditanggung APBD Jakarta yakni 122,102 juta poundsterling atau setara Rp 2,4 triliun.

Baca juga: Uang Komitmen Formula E hingga Rp 2,4 Triliun, Politisi PSI Anggara Wicitra: Ini Patut Dipertanyakan

Pasalnya di sejumlah kota penyelenggara Formula E seperti New York, Amerika Serikat tidak dikenai biaya commitment fee.

Bahkan kota Roma, Italia dibebaskan biaya commitment fee hingga penyelenggaraan tahun 2025. “Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi dan jelas membebani APBD Jakarta,” ujar pria yang akrab disapa Ara ini berdasarkan keterangannya pada Kamis (16/9/2021).

Ara mengatakan, sementara penyelenggaraan Formula E di Montreal, Kanada hanya terdapat biaya nomination fees for the City of Montreal sebesar C$151,000 atau setara Rp 1,7 miliar dan race fees sebesar C$1,5 juta atau setara Rp 17 miliar, dengan total biaya sebesar Rp 18,7 miliar.

Baca juga: Ketua Fraksi PDI P DPRD DKI Gembong Warsono Yakin Lobi Politik Interpelasi Formula E Berjalan Lancar

Kata dia, Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakpro patut jeli dan mempertanyakan mengapa penerapan biaya komitmen fee di berbagai kota berbeda?

“Ini mengapa Montreal hanya membayar 5 persen dari biaya commitment fee yang ditagihkan Dispora?” katanya.

Menurut Ara, masih banyak sejumlah informasi terkait biaya Formula E yang tidak diketahui sepenuhnya karena Pemprov DKI Jakarta maupun Jakpro enggan membuka detail kontrak Formula E Jakarta meski beberapa kali diminta pada rapat komisi E.

“Jika tidak ada interpelasi, maka semua ini akan jadi misteri bagi semua warga Jakarta, karena tidak ada kejelasan dari Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur Anies,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved