Eksklusif Warta Kota
Eksklusif Warta Kota : Kiat Wagub Jabar Bentengi Diri dari Korupsi
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum membeberkan kepada Warta Kota problem yang dihadapi Jawa Barat
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dian Anditya Mutiara
Kalau pesan untuk anak?
Cuma satu, mengaji. Karena percuma dikasih pepatah terus-terusan kalau enggak punya ilmu, enggak bakalan benar. Tapi meski jarang dikasih pepatah, kalau sering mengaji akan dengan sendirinya mereka sadar.
Saya enggak mau punya anak diam di rumah, tidak gaul, pegang handphone terus. Mereka pegang handphone seminggu sekali, setiap hari jumat. Bapak saya dulu membiarkan saya ke mana saja asalkan mengaji setiap waktunya.
Saya habis salat Maghrib, Isya, Subuh, pasti mengaji. Setelah mengaji, bapak enggak bertanya hal lain. Ke anak saya pun begitu.
Apakah nanti mau jadi politisi, pengusaha, atau yang lain tapi harus mengaji dan mengajarkannya ke orang lain seperti yang dilakukan bibi-bibinya.
Dan mengajar mengaji itu harus punya santri, berarti harus punya ilmu agama karena kalau tidak mengajim tidak mengajar, saya pikir dosa karena kami kan komunitas pesantren. Apalagi kami kan ada pesantren.
Terakhir, bagaimana cara Kang Uu membentengi diri dari korupsi?
Ya saya juga kan bukan pejabat yang sempurna ada saja mungkin kelemahan, kekurangan, pelanggaran yang dilakukan oleh saya.
Mudah-mudahan pelanggaran yang dilakukan oleh saya Allah ampuni karena saya bukan orang yang sempurna.
Saya selalu berpikir hidup saya ini tidak sederhana. Ya sekarang orang lain tidak pakai mobil saya pakai mobil, orang lain bajunya tidak begini saya bajunya begini.
Orang lain misalnya banyak hidupnya di bawah hidup saya. Jadi saya enggak sederhana. Kalau kata kakek saya, hidup ini harus merasakan, merasa diri orang hina, harus rendah hati supaya derajat kita naik. Kalau merasa besar di hadapan orang, akan rendah dengan sendirinya. Mungkin filosofi itu yang saya pakai. (jhs/eko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/uu-ruzhanul-ulum33.jpg)