Eksklusif Warta Kota
Eksklusif Warta Kota : Kiat Wagub Jabar Bentengi Diri dari Korupsi
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum membeberkan kepada Warta Kota problem yang dihadapi Jawa Barat
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mendeteksi problem apa saja yang terjadi di Jawa Barat.
Menurutnya persoalan yang mesti dituntaskan satu di antaranya adalah pengangguran.
Cucu pendiri pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Khoer Affandi ini menjabarkan hal tersebut kepada Warta Kota secara eksklusif.
Kang Uu juga berbicara seputar hubungannya dengan sang istri dan anak-anak.
Berikut wawancara esklusif Warta Kota bagian terakhir yang berlangsung di atas mobil Jeep Willys hijau militer tahun 1950 dalam perjalanan pulang menuju Kota Bandung usai mendampingi Wagub beraudiensi dengan warga di Cimahi:
Selain vaksinasi Covid-19 dan masalah kesehatan, apa problem utama di Jawa Barat yang mendesak diselesaikan?
Menurut saya yang pertama komunikasi, antara satu komunitas dengan komunitas lain antara satu kelompok dengan kelompok lain bahkan di pemerintahan.
Komunikasi harus ditingkatkan supaya sama dalam langkah mulai dari kabupaten kota sampai tingkat provinsi.
Terkadang bupati, wali kota punya visi misi sendiri. Enggak boleh provinsi belok kiri, kabupaten kota belok kanan, mesti linier.
Saya memahami politisi punya ego masing-masing dan itu hal yang wajar namanya manusia. Itu tadi maksudnya problem komunikasi mesti ditingkatkan.
Yang kedua permasalahan menahun, itu-itu juga yakni pengangguran, kemiskinan, kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan.
Sunatullah orang miskin, kebodohan, tidak akan hilang tapi bagaimana seorang pemimpin mampu meminimalisir kemiskinan.
Dan yang perlu diketahui angka kemiskinan di Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kang Emil (Gubernur Ridwan Kamil) progresnya menurun.
Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 SMA di Kota Bekasi, Wagub Jabar: Tidak Ada Tanggung Jawab Sektoral
Bisakah mengatasi pengangguran dengan UMKM?
Pak Gubernur melakukannya (mengurangi penganguran) dengan berbagai cara. Pertama dengan program OPOP (One Pesantren One Product), satu pesantren satu produk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/uu-ruzhanul-ulum33.jpg)