Rabu, 22 April 2026

Eksklusif Warta Kota

Eksklusif Warta Kota : Kiat Wagub Jabar Bentengi Diri dari Korupsi

Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum membeberkan kepada Warta Kota problem yang dihadapi Jawa Barat

Wartakotalive/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum (kiri) dalam program Anterin Warta Kota. 

WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mendeteksi problem apa saja yang terjadi di Jawa Barat.

Menurutnya persoalan yang mesti dituntaskan satu di antaranya adalah pengangguran.

Cucu pendiri pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Khoer Affandi ini menjabarkan hal tersebut kepada Warta Kota secara eksklusif.

Kang Uu juga berbicara seputar hubungannya dengan sang istri dan anak-anak.

Berikut wawancara esklusif Warta Kota bagian terakhir yang berlangsung di atas mobil Jeep Willys hijau militer tahun 1950 dalam perjalanan pulang menuju Kota Bandung usai mendampingi Wagub beraudiensi dengan warga di Cimahi:

Selain vaksinasi Covid-19 dan masalah kesehatan, apa problem utama di Jawa Barat yang mendesak diselesaikan?

Menurut saya yang pertama komunikasi, antara satu komunitas dengan komunitas lain antara satu kelompok dengan kelompok lain bahkan di pemerintahan.

Komunikasi harus ditingkatkan supaya sama dalam langkah mulai dari kabupaten kota sampai tingkat provinsi.

Terkadang bupati, wali kota punya visi misi sendiri. Enggak boleh provinsi belok kiri, kabupaten kota belok kanan, mesti linier.

Saya memahami politisi punya ego masing-masing dan itu hal yang wajar namanya manusia. Itu tadi maksudnya problem komunikasi mesti ditingkatkan.

Yang kedua permasalahan menahun, itu-itu juga yakni pengangguran, kemiskinan, kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan.

Sunatullah orang miskin, kebodohan, tidak akan hilang tapi bagaimana seorang pemimpin mampu meminimalisir kemiskinan.

Dan yang perlu diketahui angka kemiskinan di Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kang Emil (Gubernur Ridwan Kamil) progresnya menurun.

Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 SMA di Kota Bekasi, Wagub Jabar: Tidak Ada Tanggung Jawab Sektoral

Bisakah mengatasi pengangguran dengan UMKM?

Pak Gubernur melakukannya (mengurangi penganguran) dengan berbagai cara. Pertama dengan program OPOP (One Pesantren One Product), satu pesantren satu produk.

Pesantren itu kan adanya di kampung-kampung, jadi itu (OPOP) bisa dijadikan salah satu solusi selain desa wisata. Kemudian ada gerakan membangun desa, dan gerakan peduli terhadap UKM yang kami bantu ratusan miliar.

Lalu ada "Kredit Mesra", kredit masyarakat sejahtera. Kredit itu tanpa jaminan dan bunga. Pemprov juga mengadakan pelatihan tenaga kerja, mengundang investor untuk berinvestasi di Jawa Barat.

Alhamdulillah selama kepemimpinan kami tiga tahun berturut-turut, Jawa Barat mendatangkan investor terbanyak dan terbesar di Indonesia.

Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dengan Jepp Wilis kesayangan wawancara eksklusif bersama Warta Kota
Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dengan Jepp Wilis kesayangan wawancara eksklusif bersama Warta Kota (Wartakotalive/Angga Bhagya Nugraha)

Kembali ke karier politik Kang Uu. Anda sudah pernah menjadi Anggota DPRD, Ketua DPRD, Bupati, dan sekarang Wakil Gubernur. Apa maknanya buat Kang Uu?

Semua ini adalah takdir dari Allah dan berharap takdir ini ada dalam rida-Nya, dalam izin-Nya karena tidak semua yang ditakdirkan ada dalam rida-Nya, tidak semua yang ditakdirkan ada dalam izin-Nya.

Kalau ada dalam izin, rida, dan perintah-Nya, ujung-ujungnya saya mendapatkan pahala dalam setiap tindak tanduk.

Kemudian ada yang menyebut, "Oh ini putra terbaik", saya bilang bukan. Masih banyak yang terbaik cuma saya mungkin ditakdirkan seperti itu hari ini, jadi wagub.

Makanya saya suka meralat saya bukan putra terbaik, ini semua karena qada dari Allah SWT saja makanya bisa seperti ini.

Coba perhatikan, gubernur, bupati, dewan mana yang tidak dekat dengan masyarakat? calon lain sama (mendekatkan diri ke masyarakat). Tapi mungkin takdir yang membedakan.

Baca juga: Eksklusif Bersama Wagub Jawa Barat Bicara Mobil, Silsilah Keluarga, dan KH Khoer Affandi

Apa suka duka seorang wagub?

Pak Gubernur sering bicara dengan saya, sembari merangkul. Pak Uu begini, begitu, dan lain-lain. Saya suka sekali karena itu menunjukkan beliau sayang sama saya, enggak dibiarkan begitu saja.

Saya kadang banyak ditugasi menggantikan gubernur dan saya suka melakukannya. Daripada tidak disuruh, berarti saya tidak diakui keberadaannya. Kemudian saya suka mendengarkan keinginan masyarakat, saya lalu ngomong ke Pak Gubernur, dan Pak Gubernur mengiyakan. Ditindaklanjuti oleh dinas teknis.

Itu menjadi sebuah kebanggaan untuk saya. Sekarang saya juga bisa berkomunikasi dengan pejabat-pejabat di tingkat pusat. Kalau dulu kan di kabupaten, jadi bupati, hanya orang-orang lokal, paling setara provinsi.

Kalau sekarang saya ikut sidang kabinet terbatas yang membahas Jawa Barat sering mewakili Pak Gubernur.

Dukanya? Kalau soal waktu buat keluarga istri saya sudah paham. Saya hanya berpesan dalam rumah tangga tidak ada manajemen baku, tidak ada teori yang pasti, dan tidak ada kunci yang paling ampuh (untuk mempertahankan keharmonisan. Kuncinya cuma kunci yaitu saling pengertian.

Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dengan Jepp Wilis kesayangan wawancara eksklusif bersama Warta Kota
Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dengan Jepp Wilis kesayangan wawancara eksklusif bersama Warta Kota (Wartakotalive/Angga Bhagya Nugraha)

Kalau pesan untuk anak?

Cuma satu, mengaji. Karena percuma dikasih pepatah terus-terusan kalau enggak punya ilmu, enggak bakalan benar. Tapi meski jarang dikasih pepatah, kalau sering mengaji akan dengan sendirinya mereka sadar.

Saya enggak mau punya anak diam di rumah, tidak gaul, pegang handphone terus. Mereka pegang handphone seminggu sekali, setiap hari jumat. Bapak saya dulu membiarkan saya ke mana saja asalkan mengaji setiap waktunya.

Saya habis salat Maghrib, Isya, Subuh, pasti mengaji. Setelah mengaji, bapak enggak bertanya hal lain. Ke anak saya pun begitu.

Apakah nanti mau jadi politisi, pengusaha, atau yang lain tapi harus mengaji dan mengajarkannya ke orang lain seperti yang dilakukan bibi-bibinya.

Dan mengajar mengaji itu harus punya santri, berarti harus punya ilmu agama karena kalau tidak mengajim tidak mengajar, saya pikir dosa karena kami kan komunitas pesantren. Apalagi kami kan ada pesantren. 

Terakhir, bagaimana cara Kang Uu membentengi diri dari korupsi?

Ya saya juga kan bukan pejabat yang sempurna ada saja mungkin kelemahan, kekurangan, pelanggaran yang dilakukan oleh saya.

Mudah-mudahan pelanggaran yang dilakukan oleh saya Allah ampuni karena saya bukan orang yang sempurna.

Saya selalu berpikir hidup saya ini tidak sederhana. Ya sekarang orang lain tidak pakai mobil saya pakai mobil, orang lain bajunya tidak begini saya bajunya begini.

Orang lain misalnya banyak hidupnya di bawah hidup saya. Jadi saya enggak sederhana. Kalau kata kakek saya, hidup ini harus merasakan, merasa diri orang hina, harus rendah hati supaya derajat kita naik. Kalau merasa besar di hadapan orang, akan rendah dengan sendirinya. Mungkin filosofi itu yang saya pakai. (jhs/eko) 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved