PTM Sudah Diberlakukan, Suneri Senang Melihat Anaknya Bersemangat Ikut Pembelajaran Tatap Muka
PTM lebih efektif dan anak saya lebih semangat tatap muka dan saya juga sebagai orangtua jadi lebih terbantu dengan tatap muka
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai sejak akhir Agustus 2021mendapat respons positif dari orangtua murid.
Kegiatan PTM membuat anak didik bersemangat. Hal itu seperti yang diungkap salah satu orangtua murid, Suneri (32). Suneri mengaku, anaknya yang kini duduk di kelas 6 SDN Pegangsaan Dua 06, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terlihat bersemangan mengikut PTM.
Suneri bersyukur dimulainya PTM. Menurut Suneri, anaknya lebih bersemangat ketimbang belajar secara daring.
“PTM lebih efektif dan anak saya lebih semangat tatap muka dan saya juga sebagai orangtua jadi lebih terbantu dengan tatap muka,” kata Suneri, saat ditemui di SDN Pegangsaan Dua 06, Jakarta Utara, belum lama ini.
Menurut Suneri, belajar daring tidak efektif bagi anaknya yang duduk di kelas 6A SDN Pegangsaan Dua 06. Pasalnya anak juga menjadi kurang serius saat tidak berhadapan dengan guru.
Baca juga: Sudah 34 Saksi Diperiksa Dalam Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Tersangka Belum Ada
Baca juga: Bima Arya Minta Ada Kanal Koordinasi Efektif untuk Awasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Kota Bogor
Ditambah lagi pekerjaan Suneri sebagai anggota PPSU Pegangsaan Dua juga membuat pikirannya terbelah antara harus mengurus anak ikut belajar daring dengan tugas di luar rumah.
“Di rumah kendalanya anak diajarin orangtua nggak kayak sama guru, disuruh cepat malah santai. Kita juga kan ada kerjaan lain, ngajarin anak lebih efektif PTM,” ucapnya.
Sehingga terkadang antara dirinya dengan sang buah hati ada selisih paham saat harus menemani belajar daring yang membutuhkan kuota internet tidak sedikit.
“Saya sering berantem sama anak karena anak diajarin orangtua dan saya, orangtua nggak sabar seperti guru. Apalagi anaknya santai sementara saya pengen buru-buru, jadi anak ogah,” ujarnya.
Ditambah tidak semua pelajaran yang fiberikan guru dimengerti oleh peserta didik. Sementara untuk berinteraksi dengan guru tidak semudah bertatap muka seperti biasanya.
“Kalau nanya ke guru kan enak, langsung dijelasin jadi masuk. Kalau di rumah, saya sendiri, mau buat jelasin juga kurang,” tuturnya.
Suneri pun ada kekhawatiran pendidikan yang didapat dengan cara daring tidak akan maksimal sebagai bekal untuk menimba ilmu yang lebih tinggi lagi daripada sekarang.
“Ada khawatir juga, guru kan lebih detil (jelasin) kalau langsung. Kadang kita musti nanya di online (belajar daring),” ujarnya.
Baca juga: Pengelola Setu Babakan Pastikan Akan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat
Baca juga: Etos Kerja Leo Luar Biasa, Scorpio Terlalu Memaksa, Berikut Ramalan Zodiak Rabu 15 September 2021
Sementara seorang peserta didik, Zhelda Kifani (12) merasa lebih nyaman dengan kegiatan PTM ketimbang daring yang terasa membosankan.
“Senang banget (PTM) karena bisa langsung dijelasin guru, jadi gampang dimengerti soalnya,” ungkap siswa kelas 6A SDN Pegangsaan Dua 06 itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sdn-pegangsaan-dua-06.jpg)